Rudi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 138 dibaca
Bisik.id

Gambar atau konten salah?

Jembatan Serayu di Kabupaten Banyumas akan ditutup total selama 45 hari, mulai 15 Juni 2026 hingga 30 Juli 2026. Penutupan ini dimaksudkan untuk mendukung rehabilitasi besar‑besar pada struktur jembatan yang sudah dinilai mengalami kerusakan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 Provinsi Jawa Tengah, Nandang Sungkono, menjelaskan bahwa lantai jembatan saat ini sudah tidak layak. Ia berkata kepada wartawan pada 22 April 2026:

"Mulai ditutup total 15 Juni-30 Juli 2026. Kondisi plat lantai jembatan sudah keropos. Ini kita ganti setelah 34 tahun, sebelumnya hanya dilakukan pemeliharaan berkala,"

Ia menegaskan bahwa jika kerusakan tidak segera ditangani, risiko akan semakin parah. “Memang perlu kita tangani dengan pergantian lantai plat. Kalau tidak, kerusakan akan lebih serius,” tambahnya.

Proyek ini didanai dengan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar. Fokus utama pekerjaan adalah penggantian lantai jembatan sepanjang 69,30 meter. Selain itu, sejumlah pekerjaan lain akan dilakukan, antara lain:

  • Penggantian expansion joint
  • Patching beton
  • Pengecatan tiang pancang
  • Penggantian baja ikatan angin
  • Sand blasting dan pengecatan baja
  • Penggantian elastomer
  • Perbaikan karet penahan gempa
  • Penggantian angkur
  • Perbaikan dinding penahan tanah

Selama proses pengerjaan, tidak akan dibangun jembatan darurat. Nandang menjelaskan hal itu disebabkan kondisi geografis. “Kami tidak akan membangun jembatan darurat karena sungainya terlalu lebar dan tidak ada lahan yang memungkinkan,” jelasnya.

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, pekerjaan akan dilakukan secara intensif. “Teknis pengerjaan akan dilakukan dua sif, bahkan dilembur hingga 24 jam. Kami dorong agar bisa selesai lebih cepat dari target,” kata Nandang.

Sehari sebelum penutupan diberlakukan, pihak terkait akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak. Nandang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. “Kami mohon maaf kepada masyarakat, tapi ini demi kebaikan yang lebih besar,” ujarnya.

Selama penutupan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan, terutama bagi kendaraan berat dan bus. Dari arah Kebumen, Yogyakarta, dan Banjarnegara, kendaraan akan dialihkan melalui Buntu, Menganti, Rawalo hingga Purwokerto. Sementara dari arah sebaliknya, kendaraan berat akan diarahkan melalui Rawalo dan Sampang Buntu untuk tonase di atas 8 ton. Kendaraan ringan masih bisa menggunakan sejumlah jalur alternatif, seperti Banyumas–Mandirancan–Pegalongan–Purwokerto. Dari Banjarnegara, pengendara dapat melintas melalui Purbalingga, Panican, Linggamas, Sokaraja hingga Purwokerto.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, menambahkan bahwa penutupan jalan akibat proyek ini merupakan konsekuensi dari pembangunan. Namun ia berharap durasi pengerjaan bisa dipersingkat. “Sudah menjadi konsekuensi jika ada pembangunan menimbulkan dampak seperti penutupan jalan. Tapi jika 45 hari bisa dipercepat, itu akan lebih baik,” kata Kresnawan.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap jembatan Serayu dapat kembali aman dan layak digunakan, sekaligus meminimalisir kerusakan lebih lanjut. Proses rehabilitasi ini diharapkan selesai tepat waktu, meski tetap menimbulkan gangguan sementara bagi masyarakat dan pelaku transportasi di sekitarnya.

Jembatan SerayuPenutupan totalRehabilitasi besarPenggantian lantai platAnggaran 2,6 miliarRekayasa lalu lintasBanyumas

Komentar

Memuat komentar...