12 Perusahaan Tunggulah IPO BEI, 1 Skala Menengah di Bursa

Andi B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
12 Perusahaan Tunggulah IPO BEI, 1 Skala Menengah di Bursa

Gambar atau konten salah?

12 calon perusahaan menunggu giliran untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari jumlah tersebut, 11 perusahaan masuk kategori aset berskala besar, sedangkan satu perusahaan tercatat dengan aset skala menengah, yakni antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan rincian tersebut dalam laporannya. Ia menyatakan, “1 perusahaan aset skala menengah, aset antara Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar. 11 Perusahaan aset skala besar, aset di atas Rp 250 miliar,”. Pernyataan ini dikutip pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Keempat belas perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor. Tiga perusahaan berasal dari sektor consumer non-cyclicals; satu dari sektor energi; satu dari sektor financials; dua dari sektor healthcare; dua dari sektor infrastructures; dua dari sektor technology; dan satu dari sektor transportation & logistics.

Selain itu, BEI mencatat 28 penerbit obligasi dalam antrean bulan Maret. Hingga saat ini, BEI telah menerbitkan 45 emisi dari 30 penerbit Perdagangan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 50,87 triliun. Sampai dengan 27 Maret 2026, terdapat 28 emisi dari 20 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline, ungkap Nyoman.

Rincian antrean obligasi meliputi satu perusahaan dari sektor basic materials; satu perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals; dua perusahaan dari sektor energy; 10 perusahaan dari sektor financials; enam perusahaan dari sektor infrastructures.

Perusahaan-perusahaan ini menunggu persetujuan regulator dan kesiapan pasar. Pencatatan IPO dan obligasi di BEI mencerminkan aktivitas pasar modal yang terus berkembang. Dengan jumlah emisi dan penerbit yang meningkat, BEI tetap menjadi platform utama bagi perusahaan Indonesia yang ingin mengakses modal publik.

IPOBEIaset berskala besarEBUSobligasisektor consumer non-cyclicalspasar modal

Komentar

Memuat komentar...