14 WNI Kembali dari Penipuan Kerja Kamboja, Deru Tandatangani

Bayu K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
14 WNI Kembali dari Penipuan Kerja Kamboja, Deru Tandatangani

Gambar atau konten salah?

14 warga negara Indonesia yang diduga menjadi korban penipuan kerja di Kamboja dengan iming‑iming gaji tinggi, tiba di Palembang pada Senin, 30 Maret 2026. Gubernur Sumsel Herman Deru menandatangani serah terima pemulangan mereka di Auditorium Bina Praja. Acara tersebut menandai akhir perjalanan 14 orang tersebut yang semula bekerja di luar negeri.

Di sela‑sela acara, Deru berbincang langsung dengan para pemulangan. Ia mengungkapkan, “Saya dapat informasi kalau ada anak tidak memakai baju bekerja di Kamboja dan minta pulang ke Palembang. Batin saya terpanggil, sehingga kami berkoordinasi di Griya Agung kenapa bisa terjadi seperti ini. Saat itu saya sudah memastikan agar kalian dipulangkan. Saya harap kejadian ini tidak berulang lagi,” ujar Deru, Senin, 30 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa koordinasi awal dilakukan di Griya Agung untuk memastikan semua warga dapat kembali dengan aman.

Deru menegaskan bahwa warga Sumsel tidak boleh mudah tertipu oleh rayuan pekerjaan di luar negeri. Ia menambahkan, “Satu hal yang penting, kalian berangkat jauh ke Kamboja untuk mencari nafkah untuk keluarga, bukan jadi penjahat. Jadi, iming‑iming kerja di restoran dengan gaji besar tapi terjadi seperti ini, mending gaji kecil tapi pasti,” terangnya. Pesan ini menyoroti pentingnya memilih pekerjaan yang sah dan memiliki keahlian.

Ia juga menantang para pemulangan untuk memulai usaha sendiri. “Saya tuntut kalian punya kreasi, rembuk dulu mau usaha apa. Apakah bengkel, kuliner, tampal ban, atau bidang lain yang kalian lihat di Kamboja untuk diterapkan di sini,” ungkapnya. Deru mengajak mereka berkoordinasi dengan Disnakertrans Sumsel untuk memfasilitasi pelatihan dan modal usaha.

Menegaskan lagi, Deru menekankan bahwa bekerja di luar negeri harus melalui jalur resmi dan memiliki keahlian. Ia mengatakan, “Ini bisa jadi contoh bagi pemuda yang lain, karena iming‑iming gaji Rp 12 juta, kemudian tidak punya keahlian di bidang restoran dan tidak melalui jalur resmi, lalu berangkat ke luar negeri. Bukan mudah orang mau memberi gaji Rp 12 juta kalau kita tidak punya keahlian. Tapi, alhamdulillah semuanya bisa membali ke sini,” ujarnya. Pesan ini menekankan bahwa gaji tinggi tidak menjamin keamanan pekerjaan.

Di sisi lain, Indra Bangsawan, Kepala Disnakertrans Sumsel, menambahkan bahwa total warga Indonesia asal Palembang yang tertipu kerja di Kamboja adalah 15 orang, namun 14 orang berhasil kembali. Ia menjelaskan, “Total ada 15 orang, satu WNI di antaranya sudah kembali lebih dulu secara mandiri. Pemulangan WNI ini sesuai dengan saran Pak Gubernur usai menerima informasi WNI asal Palembang yang terjebak di Kamboja dan langsung berkoordinasi dengan Polda dan BP3MI untuk pendampingan dan koordinasi hingga akhirnya pemulangan terlaksana,” ujarnya.

Keseluruhan proses pemulangan ini menunjukkan kerja sama antara pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga bantuan. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga Sumsel agar lebih berhati‑hati dalam mencari pekerjaan di luar negeri dan memanfaatkan peluang usaha di dalam negeri.

Pemulangan WNIPenipuan kerjaKambojaGubernur SumselDisnakertransPeluang usahaKeamanan kerja

Komentar

Memuat komentar...