2 Mei 2026: 14 Dzulqa'dah 1447 H Tanggal Hijriah Indonesia

Ayu W. · 4 min baca · 1 bulan lalu · 194 dibaca
Bisik.id
2 Mei 2026: 14 Dzulqa'dah 1447 H Tanggal Hijriah Indonesia

Gambar atau konten salah?

Berapa tanggal Hijriah hari ini? Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi umat Islam yang ingin menyesuaikan jadwal ibadah dengan hari-hari penting. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, kalender Hijriah menunjukkan tanggal 14 Dzulqa'dah 1447 H. Ini berarti hari ini berada di bulan Dzulqa'dah, salah satu bulan haram yang penuh makna.

Perbedaan antara kalender Hijriah dan kalender Masehi berasal dari metode perhitungan yang berbeda. Kalender Hijriah menggunakan sistem lunar, di mana satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari, sedangkan kalender Masehi adalah solar dengan 365 atau 366 hari. Karena perbedaan tersebut, satu bulan Hijriah biasanya lebih pendek sekitar 10–11 hari dibandingkan satu bulan Masehi. Akibatnya, tanggal Hijriah bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi.

Konversi tanggal ini disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Menurut data yang telah dipublikasikan, pada 2 Mei 2026, hari ini bertepatan dengan 14 Dzulqa'dah 1447 H. Bulan Mei 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Dzulqa'dah dan Dzulhijjah. Berikut rincian kalender Hijriah sepanjang bulan Mei 2026:

  • 1 Mei 2026: 13 Dzulqa'dah 1447 H
  • 2 Mei 2026: 14 Dzulqa'dah 1447 H
  • 3 Mei 2026: 15 Dzulqa'dah 1447 H
  • 4 Mei 2026: 16 Dzulqa'dah 1447 H
  • 5 Mei 2026: 17 Dzulqa'dah 1447 H
  • 6 Mei 2026: 18 Dzulqa'dah 1447 H
  • 7 Mei 2026: 19 Dzulqa'dah 1447 H
  • 8 Mei 2026: 20 Dzulqa'dah 1447 H
  • 9 Mei 2026: 21 Dzulqa'dah 1447 H
  • 10 Mei 2026: 22 Dzulqa'dah 1447 H
  • 11 Mei 2026: 23 Dzulqa'dah 1447 H
  • 12 Mei 2026: 24 Dzulqa'dah 1447 H
  • 13 Mei 2026: 25 Dzulqa'dah 1447 H
  • 14 Mei 2026: 26 Dzulqa'dah 1447 H
  • 15 Mei 2026: 27 Dzulqa'dah 1447 H
  • 16 Mei 2026: 28 Dzulqa'dah 1447 H
  • 17 Mei 2026: 29 Dzulqa'dah 1447 H
  • 18 Mei 2026: 1 Dzulhijjah 1447 H
  • 19 Mei 2026: 2 Dzulhijjah 1447 H
  • 20 Mei 2026: 3 Dzulhijjah 1447 H
  • 21 Mei 2026: 4 Dzulhijjah 1447 H
  • 22 Mei 2026: 5 Dzulhijjah 1447 H
  • 23 Mei 2026: 6 Dzulhijjah 1447 H
  • 24 Mei 2026: 7 Dzulhijjah 1447 H
  • 25 Mei 2026: 8 Dzulhijjah 1447 H
  • 26 Mei 2026: 9 Dzulhijjah 1447 H
  • 27 Mei 2026: 10 Dzulhijjah 1447 H
  • 28 Mei 2026: 11 Dzulhijjah 1447 H
  • 29 Mei 2026: 12 Dzulhijjah 1447 H
  • 30 Mei 2026: 13 Dzulhijjah 1447 H
  • 31 Mei 2026: 14 Dzulhijjah 1447 H

Di bulan Dzulqa'dah, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan beberapa amalan sunnah. Berikut daftar amalan yang dapat dipraktekkan, berdasarkan buku “Kalender Ibadah Sepanjang Tahun” oleh Ust. Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:

  1. Mandi Sunnah dan Berwudhu
  2. Shalat Sunnah
  3. Berpuasa pada Tanggal 25 Dzulqa'dah
  4. Berdzikir dan Berdoa pada Malam 15 Dzulqa'dah
  5. Qiyamul Lail
  6. Berpuasa Ayyamul Bidh

Mandi Sunnah dan Berwudhu adalah amalan yang disunnahkan untuk mandi bersih dan wudhu pada hari pertama bulan Dzulqa'dah. Tujuannya adalah memperoleh keutamaan selama bulan tersebut. Banyak ulama menekankan pentingnya niat mandi sunnah agar ibadah menjadi sah dan diterima.

Shalat Sunnah melibatkan empat rakaat dengan dua salam. Setelah al-Faatihah, setiap rakaat diikuti dengan membaca surat al-Ikhlas tiga kali, an-Naas tiga kali, dan al-Falaq satu kali. Setelah salam terakhir, dibaca istighfar tujuh puluh kali, kemudian diikuti doa berikut:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ
Laa haulaa wa laa quwwata ilaa billahil 'aliyyil 'azhiimi.
Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan, kecuali karena pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Agung.”

Selanjutnya, dibaca doa berikut:

يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَذُنُوْبَ جَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ.
Yaa 'aziizu yaa ghaffaaru, ighfirlii dzunuubii wa dzunuuba jamii'il mu'miniina wal mu'minaat. Fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: “Wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang Maha Pengampun, ampuni dosa-dosaku serta dosa-dosa mukminin dan mukminat. Sebab, tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau.”

Berpuasa pada Tanggal 25 Dzulqa'dah adalah amalan yang didasarkan pada riwayat Al-Hasan bin Ali al-Wasysya'. Ia menceritakan bahwa pada malam 25 Dzulqa'dah, ia bersama ayahnya makan malam di dekat makam Imam Ali ar-Ridha. Ayahnya menjelaskan bahwa malam ini adalah malam kelahiran Nabi Ibrahim dan Nabi Isa, serta malam ketika bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah. Menurut hadis, puasa pada hari ini bernilai setara dengan puasa 60 bulan.

Berdzikir dan Berdoa pada Malam 15 Dzulqa'dah dianggap malam penuh berkat. Ulama berpendapat bahwa Allah SWT memandang semua mukmin dengan rahmat-Nya pada malam ini, memberi seratus pahala kepada orang yang beramal. Oleh karena itu, disarankan untuk memperbanyak dzikir dan doa agar hajat terkabul.

Qiyamul Lail merujuk pada malam 25 Dzulqa'dah, ketika bumi dibentangkan dari bawah Ka'bah di atas air. Malam ini dianggap sangat mulia, dan yang bangun malam untuk beribadah akan memperoleh pahala yang tidak terhingga. Banyak yang memanfaatkan waktu ini untuk membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berzikir.

Berpuasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah pada pertengahan bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Puasa ini dianjurkan sebagai bentuk pengabdian tambahan, selain puasa pada tanggal 25. Menurut tradisi, puasa ini memberi manfaat spiritual dan meningkatkan kesadaran diri.

Dengan memahami konversi tanggal dan amalan yang dianjurkan, umat dapat menyesuaikan kegiatan ibadahnya. Menjalankan amalan sunnah di bulan Dzulqa'dah tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Pada 2 Mei 2026, ketika kalender Hijriah menunjukkan 14 Dzulqa'dah 1447 H, kesempatan ini menjadi ajakan untuk lebih aktif beribadah dan memanfaatkan setiap momen berharga yang ditawarkan bulan ini.

tanggal HijriahDzulqa'dah1447 Hkemenagamalan sunnahpuasa 25 Dzulqa'dahQiyamul Lail

Komentar

Memuat komentar...