217 WNI/PMI Kembali ke Riau, Batam, Dumai Akhir April 2026

Sari D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
217 WNI/PMI Kembali ke Riau, Batam, Dumai Akhir April 2026

Gambar atau konten salah?

217 orang warga negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI) kembali ke Batam, Kepulauan Riau, dan Dumai, Riau, pada akhir April 2026. Pemulangan ini berlangsung dalam dua tahap, yakni 25 April 2026 dan 27 April 2026.

Ketua Satgas Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Jati H Winarto, menjelaskan bahwa proses pemulangan dilakukan melalui dua jalur. Jalur pertama memanfaatkan pelabuhan Melaka menuju Dumai, sementara jalur kedua menggunakan pelabuhan Stulang Laut menuju Batam. Rombongan terdiri dari 123 laki‑laki, 90 perempuan, dan empat anak.

"Mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Aceh," kata Jati dalam keterangannya, 30 April 2026. Sebelumnya, para peserta ditempatkan di beberapa lokasi penampungan: Depo Tahanan Imigresen (DTI) Machap Umboo, Melaka, menampung 147 orang; DTI Pekan Nenas, Johor, menampung 62 orang; dan Tempat Singgah Sementara (TSS) KJRI Johor Bahru, menampung 8 orang.

Proses pemulangan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, 150 WNI/PMI diberangkatkan dari Terminal Feri Melaka pada 25 April 2026 pukul 14.30 WIB menggunakan kapal MV Indomal Dynasty. Tahap kedua, 62 orang diberangkatkan dari Pelabuhan Stulang Laut pada 27 April 2026 pukul 11.15 WIB menggunakan kapal Citra Legacy 5.

Di antara rombongan tersebut, beberapa kondisi khusus mendapat perhatian. Tiga PMI dilaporkan dalam keadaan sakit dan memerlukan perawatan lanjutan setelah tiba di Indonesia. Selain itu, seorang anak terlantar dipulangkan setelah ibunya meninggal dunia di Johor Bahru. Selanjutnya, seorang bayi berusia empat bulan yang lahir di Malaysia turut dipulangkan bersama ibunya yang telah menyelesaikan masa tahanan. KJRI memberikan pendampingan khusus untuk memastikan proses kepulangan berjalan aman dan bermartabat.

Jati menegaskan bahwa pemulangan ratusan WNI atau PMI bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari upaya kemanusiaan. "Kami memahami bahwa di balik angka-angka ini, ada kisah-kisah kemanusiaan yang harus dihormati. Setiap pemulangan bukan sekadar proses administratif, tapi awal dari reintegrasi dan harapan baru," ujarnya.

Dari total 217 orang, 122 WNI/PMI dipulangkan menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena tidak memiliki dokumen kependudukan yang lengkap. KJRI, kata dia, terus berupaya mempercepat pengurusan dokumen meski menghadapi berbagai kendala di lapangan.

"Kami juga mengimbau seluruh WNI, khususnya calon pekerja migran, untuk selalu mematuhi ketentuan hukum dan prosedur resmi saat bekerja di Malaysia agar terhindar dari permasalahan hukum hingga deportasi," ujarnya.

Sampai akhir April 2026, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi pemulangan sebanyak 1.946 WNI/PMI. Pemulangan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk Jabatan Imigresen Malaysia (JIM), BP3MI, P4MI, Direktorat Jenderal Imigrasi, Bea Cukai, serta Kepolisian RI. "Kolaborasi ini adalah fondasi dari setiap kepulangan yang aman, tertib, dan penuh martabat. Kami akan terus berdiri di garis depan melindungi setiap anak bangsa yang jauh dari rumah," tambah Jati.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam menangani pemulangan migran. Meskipun proses administratif seringkali menjadi fokus utama, aspek kemanusiaan tetap menjadi pilar utama. KJRI terus berupaya memastikan setiap warga yang kembali dapat memulai fase baru kehidupan dengan aman dan terhormat.

Pemulangan WNIBatamDumaiPelabuhan MelakaPelabuhan Stulang LautKJRI Johor BahruKapal MV Indomal Dynasty

Komentar

Memuat komentar...