22 April 2026: 4 Dzulqa'dah 1447 H, Tanggal Ramadhan
Gambar atau konten salah?
Hari ini, Rabu 22 April 2026, umat Islam sering bertanya: “Berapa tanggal Hijriah hari ini?” Karena kalender Masehi dan Hijriah menggunakan perhitungan berbeda, konversi diperlukan agar ibadah dan acara keagamaan dapat dijadwalkan tepat.
Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, 22 April 2026 jatuh pada 4 Dzulqa'dah 1447 H. Bulan April 2026 secara bersamaan mencakup dua bulan Hijriah: Syawal dan Dzulqa'dah.
Berikut rincian lengkap kalender Hijriah untuk bulan April 2026:
- 01 April 2026 – 12 Syawal 1447
- 02 April 2026 – 13 Syawal 1447
- 03 April 2026 – 14 Syawal 1447
- 04 April 2026 – 15 Syawal 1447
- 05 April 2026 – 16 Syawal 1447
- 06 April 2026 – 17 Syawal 1447
- 07 April 2026 – 18 Syawal 1447
- 08 April 2026 – 19 Syawal 1447
- 09 April 2026 – 20 Syawal 1447
- 10 April 2026 – 21 Syawal 1447
- 11 April 2026 – 22 Syawal 1447
- 12 April 2026 – 23 Syawal 1447
- 13 April 2026 – 24 Syawal 1447
- 14 April 2026 – 25 Syawal 1447
- 15 April 2026 – 26 Syawal 1447
- 16 April 2026 – 27 Syawal 1447
- 17 April 2026 – 28 Syawal 1447
- 18 April 2026 – 29 Syawal 1447
- 19 April 2026 – 30 Syawal 1447
- 20 April 2026 – 01 Dzulqa'dah 1447
- 21 April 2026 – 02 Dzulqa'dah 1447
- 22 April 2026 – 03 Dzulqa'dah 1447
- 23 April 2026 – 04 Dzulqa'dah 1447
- 24 April 2026 – 05 Dzulqa'dah 1447
- 25 April 2026 – 06 Dzulqa'dah 1447
- 26 April 2026 – 07 Dzulqa'dah 1447
- 27 April 2026 – 08 Dzulqa'dah 1447
- 28 April 2026 – 09 Dzulqa'dah 1447
- 29 April 2026 – 10 Dzulqa'dah 1447
- 30 April 2026 – 11 Dzulqa'dah 1447
Perbedaan perhitungan antara kalender Masehi dan Hijriah berasal dari acuan dasar masing‑masing. Kalender Masehi didasarkan pada peredaran Bumi mengelilingi Matahari, sehingga dikenal sebagai kalender solar. Sebaliknya, kalender Hijriah mengikuti peredaran Bulan mengelilingi Bumi, menjadikannya kalender lunar.
Menurut IAIN Tuban, kalender Masehi menghitung satu tahun dengan siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari. Tahun ini dibagi menjadi 12 bulan, dengan panjang bulan yang bervariasi: Februari 28 atau 29 hari, April 30 hari, dan seterusnya. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, kecuali tahun yang habis dibagi 400.
Kalender Hijriah, di sisi lain, menghitung satu tahun berdasarkan 12 kali siklus sinodis bulan, yaitu fase bulan yang sama atau hilal. Siklus sinodis rata‑rata 29,53 hari, sehingga panjang bulan bisa 29 atau 30 hari tergantung apakah hilal terlihat pada tanggal 29. Akibatnya, satu tahun Hijriah biasanya 354 atau 355 hari.
Seorang ahli ilmu falak NU, KH Shofiyulloh, menjelaskan: “Kalender Masehi dalam menyatakan panjang satu tahunnya didasarkan siklus tropis Matahari, yaitu 365,2222 hari.” Pernyataan tersebut menegaskan dasar perhitungan yang berbeda antara kedua kalender.
Perbedaan ini menjelaskan mengapa tanggal Hijriah tidak selalu selaras dengan tanggal Masehi. Ketika bulan Hijriah berakhir, biasanya ada perbedaan satu atau dua hari dibandingkan dengan kalender Masehi. Oleh karena itu, umat Islam sering mengacu pada konversi resmi, seperti yang disediakan oleh Kemenag, untuk memastikan kegiatan keagamaan dilakukan pada hari yang tepat.
Dengan mengetahui bahwa 4 Dzulqa'dah 1447 H adalah tanggal hari ini, umat dapat menyesuaikan ibadah, puasa, dan perayaan lainnya. Konversi ini juga membantu dalam perencanaan acara keagamaan, seperti pernikahan, zakat, dan haji, sehingga tidak ada ketidaksesuaian jadwal.
Penjelasan tentang perbedaan perhitungan kalender ini tidak hanya penting bagi umat Islam, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana sistem penanggalan memengaruhi kehidupan sehari‑hari. Meskipun kedua kalender memiliki tujuan yang sama—menandai waktu—mereka melakukannya dengan cara yang berbeda, mencerminkan perbedaan pandangan tentang pengukuran waktu yang bersifat astronomi.
Informasi konversi tanggal Hijriah hari ini, 22 April 2026 atau 4 Dzulqa'dah 1447 H, diharapkan dapat membantu dalam perencanaan ibadah dan kegiatan keagamaan. Semoga bermanfaat! (urw/urw)
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Raker Apeksi Komwil VI Kendari Tetapkan Tiga Langkah
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
