26 Mei 2026: 9 Dzulhijjah 1447 H, Hari Arafah bagi Umat
Gambar atau konten salah?
Kalender Hijriah hari ini, Selasa 26 Mei 2026 bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 H. Banyak umat Islam yang ingin mengetahui konversi tanggal ini agar bisa menyesuaikan jadwal ibadah dan hari penting keagamaan.
Perbedaan antara penanggalan Masehi dan Hijriah terletak pada sistem hitungnya. Penanggalan Masehi bersifat matahari, sedangkan Hijriah bersifat lunar. Karena satu tahun Hijriah berkurang sekitar 11 hari dibandingkan tahun Masehi, maka setiap tahun tanggal Hijriah bergeser ke depan. Oleh karena itu, konversi harus dilakukan setiap hari jika ingin mengetahui tanggal Hijriah yang tepat.
Menurut data yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, konversi kalender pada 26 Mei 2026 menunjukkan 9 Dzulhijjah 1447 H. Ini berarti hari ini adalah hari ke-9 bulan terakhir dalam kalender Hijriah, sekaligus hari Arafah.
Bulan Mei 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Dzulqa'dah dan Dzulhijjah. Pada awal bulan, tanggal 2 Mei 2026 masih berada di bulan Dzulqa'dah, kemudian beralih ke Dzulhijjah pada tanggal 18 Mei 2026. Perpindahan ini memengaruhi penentuan hari ibadah yang dianjurkan.
Berikut rincian kalender Hijriah sepanjang bulan April 2026, disajikan dalam format DD MMMM YYYY:
- 02 Mei 2026 – 14 Dzulqa'dah 1447 H
- 03 Mei 2026 – 15 Dzulqa'dah 1447 H
- 04 Mei 2026 – 16 Dzulqa'dah 1447 H
- 05 Mei 2026 – 17 Dzulqa'dah 1447 H
- 06 Mei 2026 – 18 Dzulqa'dah 1447 H
- 07 Mei 2026 – 19 Dzulqa'dah 1447 H
- 08 Mei 2026 – 20 Dzulqa'dah 1447 H
- 09 Mei 2026 – 21 Dzulqa'dah 1447 H
- 10 Mei 2026 – 22 Dzulqa'dah 1447 H
- 11 Mei 2026 – 23 Dzulqa'dah 1447 H
- 12 Mei 2026 – 24 Dzulqa'dah 1447 H
- 13 Mei 2026 – 25 Dzulqa'dah 1447 H
- 14 Mei 2026 – 26 Dzulqa'dah 1447 H
- 15 Mei 2026 – 27 Dzulqa'dah 1447 H
- 16 Mei 2026 – 28 Dzulqa'dah 1447 H
- 17 Mei 2026 – 29 Dzulqa'dah 1447 H
- 18 Mei 2026 – 30 Dzulqa'dah 1447 H
- 19 Mei 2026 – 01 Dzulhijjah 1447 H
- 20 Mei 2026 – 02 Dzulhijjah 1447 H
- 21 Mei 2026 – 03 Dzulhijjah 1447 H
- 22 Mei 2026 – 04 Dzulhijjah 1447 H
- 23 Mei 2026 – 05 Dzulhijjah 1447 H
- 24 Mei 2026 – 06 Dzulhijjah 1447 H
- 25 Mei 2026 – 07 Dzulhijjah 1447 H
- 26 Mei 2026 – 08 Dzulhijjah 1447 H
- 27 Mei 2026 – 09 Dzulhijjah 1447 H
- 28 Mei 2026 – 10 Dzulhijjah 1447 H
- 29 Mei 2026 – 11 Dzulhijjah 1447 H
- 30 Mei 2026 – 12 Dzulhijjah 1447 H
- 31 Mei 2026 – 13 Dzulhijjah 1447 H
Di bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk menunaikan berbagai amalan sunnah. Berikut rangkuman amalan yang disarankan, lengkap dengan hadits yang menjadi dasar pelaksanaannya:
- Puasa Dzulhijjah – Puasa selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah dianggap shalih. Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan, “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud).
- Puasa Arafah – Dilaksanakan pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka, melainkan hari Arafah. Sesungguhnya, Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'” (HR. Muslim). Rasulullah SAW menekankan bahwa puasa ini menghapus dosa tahun lalu dan tahun depan.
- Bertakbir – Menambah takbir, tahlil, tasbih, istighfar, dan doa sangat dianjurkan. Imam Bukhari mencatat, “Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.” (HR. Bukhari). Praktik ini sering dipraktekkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan Abu Hurairah.
- Sholat Id – Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Ibnu Abbas meriwayatkan, “Rasulullah Saw. pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Berkurban – Pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq, umat yang mampu disunnahkan untuk berkurban. Al-Qur’an memerintahkan, “فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَالْخَرُ” (QS. al-Kautsar [108]: 02). Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Puasa Ayyamul Bidh – Amalan rutin pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Abu Daud meriwayatkan, “Rasulullah SAW telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.” (HR Abu Dawud).
Dengan memahami konversi tanggal dan amalan yang dianjurkan, umat Islam dapat menyesuaikan kegiatan ibadahnya secara tepat. Menjalankan puasa, berdoa, dan berkurban pada hari-hari yang ditetapkan memfasilitasi kedekatan spiritual dan kepatuhan terhadap sunnah. Hal tersebut juga membantu menjaga konsistensi ibadah di tengah perbedaan sistem penanggalan antara Masehi dan Hijriah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
