27 April 2026: Ala Ayuning Dewasa Panduan Upacara Pertanian
Gambar atau konten salah?
Ala ayuning dewasa adalah istilah yang dipakai masyarakat Hindu di Bali untuk menilai hari baik atau buruk guna melaksanakan kegiatan adat dan ritual. Konsep ini diatur oleh Kalender Bali yang menghitung hari-hari berdasarkan kriteria khusus.
Hari ini, Senin, 27 April 2026, dianggap sebagai hari yang layak untuk berbagai aktivitas, terutama di bidang pertanian. Informasi ini diambil dari kalenderbali.org dan mencakup daftar ala ayuning dewasa beserta petunjuk penggunaannya.
Daftar ala ayuning dewasa untuk 27 April 2026:
- Amerta Dadi. Baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur. (Alahing dewasa 4).
- Catur Laba. Baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. (Alahing dewasa 4).
- Dina Carik. Tidak baik dipakai dewasa. (Alahing dewasa 2).
- Geni Murub. Baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api seperti membakar bata mentah, genteng, dan lain-lain. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah. (Alahing dewasa 2).
- Geni Rawana. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam. (Alahing dewasa 2).
- Gni Rawana Jejepan. Baik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api seperti membakar genteng, batu bata, keramik, gerabah, membuat senjata tajam (pande besi). Tidak baik mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam. (Alahing dewasa 2).
- Kala Ingsor. Mengandung sifat/tanda-tanda mengecewakan. (Alahing dewasa 3).
- Kaleburau. Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben. (Alahing dewasa 4).
- Karnasula. Baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan. (Alahing dewasa 3).
- Macekan Agung. Untuk membuat benda-benda runcing untuk pura seperti pengawin, tumbak, senjata pengider-ider dll. (Alahing dewasa 2).
- Macekan Lanang. Baik untuk membuat taji, tumbak, keris, alat penangkap ikan. Tidak baik untuk upacara yadnya. (Alahing dewasa 2).
- Pamacekan. Baik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Tidak baik melaksanakan yadnya. (Alahing dewasa 2).
- Purwanin Dina. Tidak baik sebagai dewasa ayu. (Alahing dewasa 4).
- Naga Naut. Tidak baik untuk dewasa ayu. (Alahing dewasa 1).
- Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Werdi Putra, Pratiti: Upadana (nor/nor).
Daftar ini menunjukkan bahwa beberapa hari, seperti Amerta Dadi dan Catur Laba, sangat mendukung kegiatan upacara dan perjalanan, sementara hari-hari lain seperti Dina Carik atau Naga Naut dianggap kurang baik untuk aktivitas tertentu. Penggunaan ala ayuning dewasa membantu masyarakat menentukan kapan tepatnya melakukan upacara, membangun, atau bekerja di sawah, sehingga kegiatan dapat berjalan sesuai kepercayaan tradisional.
Dengan memahami klasifikasi hari ini, para pelaku adat dapat memilih waktu yang paling sesuai untuk setiap tugas, menjaga keharmonisan antara kegiatan manusia dan ritus keagamaan yang telah diwariskan turun-temurun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Yonathan Baskoro Ketua PBPI Denpasar, Fokus Padel Turisme
Tradisi Minum Susu Putih di 1 Muharram: Makna dan Asal‑usul
Ramalan Zodiak 14 Juni 2026: Harapan dan Tantangan
Cuaca Bali 14 Juni 2026: Berawan, Hangat, Kelembaban Tinggi
SIM Keliling Kembali di Gianyar: Perpanjang SIM A & C
Redite Paing: Manusa Yadnya Tidak Dianjurkan 14 Juni 2026
Berita Terbaru
BPBD Sumsel Catat 1.493 Titik Panas, 399 di Juni 2026
BOSP 2026 Tahap 2: Pastikan Laporan dan Realisasi 50%
Siti Zahro Bekasi: 23 Tahun, Ditemukan Kista Ovarium Raksasa
Prancis Kalah Menyesak 4‑2 Argentina Final Piala Dunia 2022
Daftar Pemagangan Jepang & Kaigo via Skillhub SIAPkerja
Garasi di Trotoar Bandung Dihentikan Satpol PP, Pemilik Maaf
PHR Buka Program Magang Lulusan D3-D4-S1, Pendaftaran 15–19 Juni
Indomilk Gelar Roadshow Pastry Mini & Coffee Pairing
