28 Mei 2026: Hari Baik Sesikepan dan Kegiatan Tradisional

Wati N. · 2 min baca · 7 hari lalu · 47 dibaca
Bisik.id
28 Mei 2026: Hari Baik Sesikepan dan Kegiatan Tradisional

Gambar atau konten salah?

Wraspati Kliwon Warigadean mengumumkan bahwa ala ayuning dewasa pada 28 Mei 2026 dianggap baik untuk memulai sesikepan, kegiatan yang dipercaya memiliki kekuatan gaib.

Konsep ala ayuning dewasa berasal dari perhitungan khusus kalender Bali. Masyarakat Hindu di Bali memakai istilah ini untuk menilai apakah suatu hari cocok atau tidak untuk melaksanakan upacara adat, ritual, atau kegiatan sehari‑hari.

Berikut rincian hari-hari yang dianggap baik atau tidak pada tanggal tersebut, berdasarkan data yang dikutip dari Kalender Bali:

  • Kajeng Kliwon Enyitan – Baik untuk memulai sesikepan atau benda yang memiliki kekuatan gaib.
  • Kala Kutila Manik – Baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang, pemisah, alat perangkap, serta upacara Bhuta Yadnya.
  • Kala Lutung Megandong – Baik untuk menanam pijer (bibit kelapa muda) dan buah‑buah.
  • Karnasula – Baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur atau mengadakan rapat.
  • Lutung Megandong – Baik untuk menanam buah‑buah dan umbi‑umbian.
  • Pepeyan – Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
  • Rangda Tiga – Tidak baik melakukan upacara pawiwahan.
  • Srigati Jenek – Baik untuk membibit/menanam padi, menyimpan padi di lumbung, serta pelaksanaan upacara.
  • Taliwangke – Baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi atau benda mati. Tidak baik memulai tenun atau membuat tali ternak.
  • Naga Naut – Tidak baik untuk dewasa ayu.

Informasi tambahan mengenai Pararasan: Laku Air, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Upadana juga tercatat, meski tidak dijelaskan secara rinci dalam sumber.

Kesimpulannya, pada 28 Mei 2026 banyak kegiatan tradisional dan pertanian yang dianggap menguntungkan, sementara beberapa aktivitas seperti upacara pernikahan atau pembuatan alat besi tidak disarankan. Hal ini menunjukkan betapa kalender Bali masih memegang peranan penting dalam menentukan hari-hari yang tepat bagi masyarakatnya.

Kalender BaliAla ayuning dewasasesikepanupacara adatkegiatan tradisionalpertanianhari baik

Komentar

Memuat komentar...