31 Mei 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Cocok Upacara Yadnya

Teguh A. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
31 Mei 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Cocok Upacara Yadnya

Gambar atau konten salah?

Ala ayuning dewasa pada Redite Pon Julungwangi, Minggu 31 Mei 2026 dianggap hari yang baik untuk berbagai upacara dan kegiatan adat di Bali. Hari ini dihitung berdasarkan sistem kalender Bali yang khusus menilai kelayakan hari bagi kegiatan keagamaan dan sosial.

Informasi ini diambil dari kalenderbali.org, situs yang menyediakan perhitungan tradisional kalender Bali. Menurut situs tersebut, 31 Mei 2026 adalah hari Ala ayuning dewasa yang memiliki nilai baik untuk upacara Dewa Yadnya.

Berikut rincian subhari dan aktivitas yang disarankan atau tidak disarankan pada hari tersebut:

  • Amerta Buwana – Alahing dewasa 2. Baik untuk upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya.
  • Amerta Dadi – Alahing dewasa 2. Baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan leluhur.
  • Kala Bangkung, Kala Nanggung – Alahing dewasa 4. Tidak baik memelihara ternak.
  • Kala Gumarang Munggah – Alahing dewasa 4. Baik melakukan upacara Bhuta Yadnya. Tidak baik menanam sirih atau tembakau.
  • Kala Katemu – Alahing dewasa 3. Baik untuk menangkap ikan, berburu, memikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan.
  • Kala Mereng – Alahing dewasa 3. Tidak baik bercocok tanam.
  • Kala Sor – Alahing dewasa 3. Tidak baik bekerja dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, atau membuat terowongan.
  • Pamacekan – Alahing dewasa 2. Baik mengerjakan sawah/tegal dan membuat tombak penangkap ikan. Tidak baik melaksanakan yadnya.
  • Pepedan – Alahing dewasa 3. Baik membuka lahan pertanian baru. Tidak baik membuat peralatan dari besi.
  • Sedana Yoga – Alahing dewasa 2. Baik membuat alat berdagang, tempat berdagang, dan memulai berjualan karena akan murah rejeki.
  • Sri Tumpuk – Alahing dewasa 4. Baik untuk memancing burung (mepikat).
  • Subacara – Alahing dewasa 2. Baik melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat atau menunjuk petugas, serta mulai berlatih atau belajar.
  • Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Kemeranaan, Pratiti: Wedana.

Daftar ini mencerminkan panduan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Hindu Bali untuk menentukan kelayakan hari dalam melaksanakan kegiatan adat. Setiap subhari memiliki nilai “Alahing dewasa” yang menunjukkan tingkat kesesuaian untuk aktivitas tertentu, baik itu upacara, pekerjaan pertanian, atau kegiatan sosial.

Dengan mengikuti panduan ini, orang Bali dapat memilih hari yang tepat bagi upacara dan aktivitas sehari‑hari, menjaga keseimbangan antara tradisi dan kebutuhan modern. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kalender Bali dalam kehidupan sehari‑hari masyarakatnya.

Kalender BaliAla ayuning dewasaupacara Dewa Yadnyakalenderbali.orgkegiatan adatAlahing dewasasubhari

Komentar

Memuat komentar...