58 Biksu Jalan Kaki 1.000 km, Dua Dirawat RS Siloam
Gambar atau konten salah?
Klaten, 25 Mei 2026 – Sebanyak 58 biksu yang melakukan perjalanan spiritual berjalan kaki (thudong) dari Bali menuju Candi Borobudur di Magelang sempat singgah di Klaten. Saat tiba, dua biksu mengalami kondisi kurang baik dan segera dibawa ke rumah sakit.
Ketua koordinator wilayah Jawa Tengah dan DIY, Wiryo Alex Fernando, menjelaskan kepada wartawan di Vihara Bodhivasma Klaten bahwa para biksu didampingi tim dokter sepanjang perjalanan. “Ada, ada (yang sakit) tapi kita sudah berikan penanganan. Kita sudah kerja sama dengan rumah sakit‑rumah sakit yang kita tunjuk,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dua biksu tersebut sudah diRS Siloam dan kini sudah dapat melanjutkan perjalanan.
Alex menegaskan bahwa perjalanan thudong ini tidak hanya sekadar berjalan kaki. “Di Klaten kemarin (24 Mei) ada yang sempat sakit dua orang. Tapi sudah kita bawa ke RS Siloam, sudah ditangani dan hari ini sudah bisa ikut,” jelasnya. Ia juga menjelaskan bahwa para biksu dari Malaysia, Thailand, Laos, dan Indonesia tidak banyak kegiatan di Klaten. Mereka hanya mengikuti pindapata pada pagi hari.
“Itu Pindapata, umat memberikan dana kepada para bikhu seperti makanan, kebutuhan yang lain, obat‑obatan, keperluan alat mandi, dan itu nanti digunakan para bikhu kesehariannya,” tambah Alex. Pindapata ini menjadi sumber pendanaan bagi kebutuhan harian biksu selama perjalanan.
Alex mengungkapkan bahwa ada dua rombongan thudong. Rombongan pertama berangkat dari Kabupaten Jepara. “Yang satu dari Jepara, kemarin kita rencanakan jadi satu di sini (Klaten) karena kayaknya terlalu lama menunggu. Karena dari sana (Jepara) sampai sini mungkin tanggal 27 atau 28 Mei,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa rombongan tersebut sebenarnya menuju Candi Sewu di Klaten.
Khumaidin, kepala kantor Kemenag Klaten, menambahkan bahwa rombongan biksu itu memulai perjalanan dari Bali menuju Borobudur. Ia berharap kegiatan ini dapat menjaga harmoni. “Di bumi ini kita sama‑sama hidup, mari kita jaga harmoni kita, kita jaga toleransi kita, kita jaga saling menghormati. Kita memang berasal dari yang berbeda‑beda, tapi karena berbeda itu mari kita kuatkan kerukunan dan kedamaian,” ujar Khumaidin di hadapan para biksu.
Para biksu tidak melakukan thudong secara penuh di Klaten. Setelah singgah, mereka naik bus menuju Jogja. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, melepas rombongan sekitar pukul 09.00 WIB. Rombongan berjalan kaki melalui Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Pemuda, dan Jalan Dr Soeradji Tirtonegoro, sampai di Taman Makam Pahlawan Tegalyoso. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan bus.
Wiryo Alex Fernando menjelaskan bahwa para biksu hanya berjalan kaki sampai Taman Makam Pahlawan Ratna Bantala Tegalyoso. Ia menambahkan bahwa mereka harus naik bus karena akan bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Raja Keraton Jogja, Sultan Hamengku Buwono X. “Kenapa harus menggunakan bus, karena waktu yang telah ditentukan oleh Ngarsa Dalem (Sultan Hamengku Buwono X) itu jam 15.00 WIB. Jadi untuk terus jalan kaki kiranya tidak nyandak (tercapai waktunya) untuk sampai di bangsal Kepatihan Keraton Yogyakarta,” kata Alex pada Senin (26 Mei 2026).
Perjalanan thudong ini menunjukkan komitmen para biksu untuk menempuh jarak jauh demi mencapai tujuan spiritual. Meskipun menghadapi tantangan kesehatan dan logistik, mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan dukungan tenaga medis, fasilitas rumah sakit, dan bantuan dana dari umat. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kerukunan antaragama dan toleransi di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
