65 Warga Palembang Latih PSEL di China, Siap Operasi 2026

Wahyu T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
65 Warga Palembang Latih PSEL di China, Siap Operasi 2026

Gambar atau konten salah?

Sejumlah 65 warga Palembang dipindahkan ke China pada akhir April 2026. Pemerintah Kota Palembang mengirim mereka untuk mengikuti pelatihan pengolahan sampah menjadi energi listrik, singkatan PSEL. Pelatihan ini dimaksudkan sebagai persiapan operasional proyek PSEL yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Palembang, Akhmad Mustain, program ini difasilitasi oleh salah satu perusahaan yang mengelola proyek. Dari 65 peserta, 60 merupakan warga ber‑KTP Palembang, sementara lima lainnya berasal dari wilayah lain di Sumsel.

“Total ada 65 orang yang ikut, 60 di antaranya merupakan warga ber‑KTP Palembang, sementara lima lainnya dari wilayah lain di Sumsel,” kata Mustain kepada wartawan pada 20 April 2026.

Pelatihan bertujuan mencetak tenaga kerja lokal yang mahir mengoperasikan fasilitas PSEL. Proyek ini diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Saat ini, produksi sampah di kota mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Meskipun belum seluruhnya dapat ditangani oleh PSEL, pemerintah telah menyiapkan strategi untuk mengurangi volume sampah masyarakat.

Selama ini, sampah masih ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan. Namun, setelah PSEL mulai beroperasi, TPA tersebut akan dihentikan. Sebanyak 1.000 ton sampah akan langsung masuk ke PSEL, sementara sisanya akan dialihkan ke kawasan Karya Jaya yang berada dekat lokasi proyek. Tidak lagi ke Sukawinatan karena akan ditutup.

“Sebanyak 1.000 ton akan masuk ke PSEL. Sisanya akan dialihkan ke kawasan Karya Jaya yang berada dekat lokasi proyek, tidak lagi ke Sukawinatan karena akan ditutup,” jelas Mustain.

Pemerintah juga terus menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Saat ini, sedang dilakukan kajian untuk penerapan sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan. “Sedang dikaji, kemungkinan ada denda hingga Rp 500 ribu bagi yang melanggar,” ujarnya.

Dengan pelatihan ini, Palembang berusaha mempersiapkan tenaga kerja lokal dan mengurangi ketergantungan pada TPA tradisional. Proyek PSEL diharapkan dapat mengubah sampah menjadi sumber energi, sekaligus menurunkan volume sampah yang menumpuk di kota.

PalembangPSELsampahenergi listrikpelatihanTPA SukawinatanKarya Jayadenda

Komentar

Memuat komentar...