8 Kabupaten Siaga Kekeringan, Bojonegoro Probolinggo
Gambar atau konten salah?
BPBD Jatim mengungkapkan bahwa 8 kabupaten telah menetapkan status siaga kekeringan. “Hari ini ada delapan kabupaten yang sudah menetapkan status siaga kekeringan. Di luar delapan kabupaten, ada wilayah lain yang terancam kekeringan yakni Bojonegoro, Kabupaten Probolinggo, dan wilayah-wilayah Madura,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di Surabaya, Kamis (18 Juni 2026).
Di luar kabupaten yang sudah berstatus siaga, wilayah Bojonegoro dan Probolinggo juga terancam. Gatot menjelaskan bahwa di Bojonegoro sudah dilakukan distribusi air bersih, khususnya di Kecamatan Sumberejo dan Kecamatan Ngeraho. Air bersih juga didroping di Probolinggo menggunakan APBD masing‑masing.
“Untuk sementara seperti Probolinggo dan Bojonegoro melakukan dropping air bersih menggunakan APBD Pemkab masing-masing,” jelasnya. Ia menambahkan, “Jadi baik Probolinggo dan Bojonegoro sebenarnya langganan kekeringan setiap tahunnya. Untuk kewenangan mengeluarkan SK tanggap darurat kekeringan, itu tentu kewenangan daerah masing‑masing,” ia katakan.
Gatot menegaskan bahwa ini masih di awal musim kemarau. Beberapa pekan terakhir masih ada hujan lokal, sehingga belum mencapai puncak kekeringan. Menurut hasil rapat koordinasi yang dipimpin MenkoPolkam, puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus.
BPBD Jatim juga terus memonitor potensi kebakaran hutan. “Kami waspadai potensi kebakaran hutan, dan kami lakukan monitoring saat ini belum ada titik hutan yang terbakar di Jatim,” tandasnya.
- Trenggalek
- Bangkalan
- Bondowoso
- Lumajang
- Banyuwangi
- Lamongan
- Probolinggo
- Blitar
Dengan langkah distribusi air dan pemantauan kebakaran, BPBD Jatim berupaya menjaga daerah dari dampak kekeringan yang semakin intens di musim kemarau ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
