95 Pelanggaran TKA SD/MI dan SMP, Mayoritas Pengawas
Gambar atau konten salah?
30 April 2026 – Di ruang konferensi Mercure Alam Sutra, Tangerang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan hasil pemantauan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI dan SMP/MTs 2026.
Hasilnya menunjukkan 95 pelanggaran secara keseluruhan. Dari jumlah tersebut, 60 pelanggaran terjadi pada jenjang SD/MI, sementara 35 pelanggaran tersisa di tingkat SMP/MTs atau sederajat. Mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pengawas, proktor, dan penyelia.
“Realitas lapangan kita sampaikan secara terbuka bahwa masih memang ada tantangan, pelanggaran yang paling banyak kami temukan adalah adanya satuan pendidikan, pengawas ataupun proktor yang menggugah konten berupa foto saat pelaksanaan TKA,” ujar Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin dalam pertemuan media tersebut.
Meski mayoritas pelanggaran berasal dari pihak pengawas, Toni menegaskan masih ada pelanggaran yang melibatkan murid. Namun, jumlahnya hanya satu dan ditemukan pada jenjang SMP/MTs/sederajat.
Insiden tersebut terjadi di salah satu SMP di wilayah Kalimantan Timur. Toni masih menunggu hasil investigasi Inspektorat Jenderal (Irjen) untuk menentukan kategori pelanggaran, apakah ringan, sedang, atau berat.
Berikut rincian pelanggaran pada jenjang SD:
- Foto Facebook: 20 pelanggaran
- Foto Threads: 19 pelanggaran
- Live TikTok: 2 pelanggaran
- Live YouTube: 9 pelanggaran
- Video TikTok: 3 pelanggaran
- Video YouTube: 5 pelanggaran
Dan pelanggaran pada jenjang SMP:
- Live TikTok: 7 pelanggaran
- Merokok: 1 pelanggaran
- Video Facebook: 3 pelanggaran
- Foto Facebook: 8 pelanggaran
- Live YouTube: 7 pelanggaran
- Instagram video: 1 pelanggaran
- YouTube video: 7 pelanggaran
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Kemendikdasmen telah mengirim surat kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Toni menjelaskan bahwa beberapa dinas telah menanggapi dengan teguran tertulis, melakukan pembinaan, serta menghapus konten media sosial yang bersangkutan.
Selain itu, pihak Kemendikdasmen akan melakukan flagging melalui sistem untuk pengawas, proktor, dan penyelia yang melanggar. “Kami juga melakukan flagging melalui sistem, sehingga dimungkinkan para pengawas penyelia maupun proktor yang melakukan pelanggaran untuk kemudian kami tidak berikan rekomendasi kembali untuk menjadi pengawas di penyelenggaraan TKA,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Kemendikdasmen berharap tidak ada pelanggaran tambahan pada TKA susulan, dan meningkatkan pemahaman serta integritas pelaksanaan ujian di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Nadiem Anwar Makarim Tolak Tuduhan Korupsi Chromebook
Nadiem Anwar Makariem Bela Korupsi Chromebook di Pengadilan
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Berita Terbaru
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Malaysia Pemenang Piala Dunia 2026, Indonesia Hanya Putros
Rupiah Tertekan, Dolar Naik, BI Terapkan Threshold Valas
