Acara Konektivitas 2026: Tayando, Bintan, TNI Hadir

Kartika D. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 107 dibaca
Bisik.id
Acara Konektivitas 2026: Tayando, Bintan, TNI Hadir

Gambar atau konten salah?

Acara Apresiasi Konektivitas Digital 2026 diadakan pada 17 April 2026 di Hotel Sultan. Pesta ini memberi panggung bagi individu, komunitas, dan institusi yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerah masing-masing. Penganugerahan dibagi beberapa kategori, dan tiga pemenang utama diumumkan pada malam tersebut.

Puskesmas Tayando Ohoiel di Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, Provinsi Maluku, dinobatkan sebagai Puskesmas Inovatif dalam Digitalisasi Layanan Kesehatan. SMA Negeri 1 Bintan Pesisir di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menjadi Sekolah Teladan Digital. Dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapat gelar Mitra Pendukung Pembangunan Konektivitas di Wilayah 3T.

Puskesmas Tayando Ohoiel masih berada di wilayah 3T sebelum mendapat bantuan internet dari Diskominfo BAKTI AKSI pada Oktober 2024. Krisis internet di daerah ini meliputi kurangnya sarana, prasarana, dan listrik. Setelah listrik terpasang, puskesmas memulai inisiatif sendiri untuk meningkatkan digitalisasi layanan kesehatan. Mereka membuat akun media sosial, yaitu Facebook dan Instagram, serta memanfaatkan telekonsultasi melalui aplikasi WhatsApp.

Di Facebook, Puskesmas Tayando Ohoiel aktif memposting informasi dan edukasi kesehatan. Akun tersebut sudah memiliki 2.800 pengikut, karena banyak warga yang masih menggunakan Facebook secara aktif. Telekonsultasi menggunakan WhatsApp memungkinkan pasien mengakses layanan poliklinik dan gawat darurat secara online. Layanan telemedicine ini juga mencakup pengambilan obat di apotek puskesmas. Dalam keadaan darurat, obat resep dapat dikirim langsung ke pasien, memudahkan mereka mendapatkan pengobatan tanpa harus datang ke puskesmas.

SMA Negeri 1 Bintan Pesisir terletak di Pulau Gin Besar, Desa Numbing, Kabupaten Bintan. Sekolah ini berjarak sekitar satu jam 15 menit dari pusat kota. Berdasarkan Permendikbud Ristek No. 160/P/2021, sekolah ini berada di daerah 3T. Meskipun bangunan fisik cukup lengkap dan besar untuk pulau kecil, hambatan utama adalah keterbatasan akses internet. Sekolah baru mulai menggunakan Starlink dua tahun terakhir, namun belum semua titik di lingkungan sekolah terjangkau sinyal internet.

Guru-guru di sekolah ini sudah banyak memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Beberapa di antaranya mampu membuat media pembelajaran sendiri. Media digital yang dikembangkan meliputi video pembelajaran, blog, LMS, MPI, game map, game edukasi, virtual reality, augmented reality, dan koding. Aplikasi pembelajaran seperti si Anak Garuda dikembangkan, serta penggunaan virtual reality dan game edukasi. Ada juga aplikasi 3D Gallery Virtual Seni Lukis dan sistem manajemen pembelajaran terintegrasi berbasis AI. Platform digital digunakan untuk presentasi dan asesmen, memperkaya pengalaman belajar siswa.

TNI memiliki peran penting dalam pembangunan jaringan di wilayah pelosok Indonesia. TNI secara khusus mengawal pendampingan keamanan pada berbagai titik lokasi pembangunan BTS BAKTI Komdigi di wilayah Papua. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya ketersediaan infrastruktur konektivitas di wilayah 3T sebagai bagian dari pertahanan nasional. Ia mengatakan sinergi antara Kemkomdigi dan TNI telah berhasil menghubungkan wilayah-wilayah di Papua dengan konektivitas digital.

“Kemkomdigi membangun konektivitas di daerah Papua bekerja sama dengan teman-teman TNI, khususnya yang bertugas di sana,” kata Meutya Hafid dalam Pembekalan Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LXVI Seskoad TA 2025 di Bandung pada 7 August 2025. Ia mengapresiasi TNI yang telah berperan dalam menentukan titik-titik strategis yang membutuhkan konektivitas dan mengamankan infrastrukturnya. “Ini contoh kolaborasi Kementerian Komdigi dan TNI yang akan terus berlanjut,” ujarnya.

Acara ini menyoroti upaya berkelanjutan untuk mengatasi tantangan 3T melalui inovasi digital. Puskesmas, sekolah, dan militer bekerja sama memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses layanan kesehatan, pendidikan, dan komunikasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa meski masih banyak kendala, kolaborasi lintas sektor dapat menghasilkan solusi yang signifikan bagi daerah terpencil. Dengan dukungan kebijakan dan teknologi, konektivitas digital di Indonesia semakin merata, membawa manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah 3T.

Konektivitas Digital 2026Puskesmas InovatifSMA Teladan DigitalTNI Mitra KoneksiWilayah 3TTelekonsultasiStarlinkVirtual Reality

Komentar

Memuat komentar...