Aceh Pantau Hilal 17 Mei 2026, Tentukan Awal Dzulhijjah

Vera T. · 2 min baca · 21 hari lalu · 46 dibaca
Bisik.id
Aceh Pantau Hilal 17 Mei 2026, Tentukan Awal Dzulhijjah

Gambar atau konten salah?

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan memantau hilal pada Minggu, 17 Mei 2026 untuk menentukan awal Dzulhijjah 1447 H. Pemeriksaan ini dilakukan karena hilal diperkirakan dapat terlihat, sesuai kriteria MABIMS.

Ketua Tim Falakiyah Aceh, Alfirdaus Putra, menjelaskan data hisab yang digunakan. Menurutnya, konjungsi terjadi di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang pada pukul 03.01.03 WIB. Matahari terbenam pada 18.46.41 WIB dan bulan terbenam pada 19.22.19 WIB. Dengan demikian, waktu pengamatan hilal setelah matahari terbenam adalah sekitar 36 menit. Pada saat itu, tinggi bulan mencapai 6,78 derajat dengan elongasi geosentrik bulan-matahari sebesar 10,62 derajat, dan luas permukaan bulan yang terlihat diperkirakan mencapai 0,73 persen.

Alfirdaus menambahkan bahwa hilal awal Dzulhijjah 1447 H di Lhoknga berpotensi terlihat karena berada pada ketinggian 6,78 derajat dengan elongasi 10,62 derajat. Menurut kriteria MABIMS, posisi ini sudah memenuhi syarat imkanur rukyat. “Hilal awal Dzulhijjah 1447 H di Lhoknga berpotensi terlihat karena telah berada pada ketinggian 6,78 derajat dengan elongasi 10,62 derajat. Secara kriteria MABIMS, posisi ini sudah memenuhi syarat imkanur rukyat,” kata Alfirdaus dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Dia juga menyebutkan posisi bulan berada sekitar 6,22 derajat di sebelah kanan atas matahari, dan dari arah barat, bulan berada sekitar 5,79 derajat ke arah utara. “Peluang terlihatnya hilal cukup baik, terutama jika cuaca cerah dan ufuk barat tidak tertutup awan. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi pengamatan di lapangan dan keputusan resmi pemerintah melalui sidang Isbat,” jelasnya.

Menurut Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, pemantauan hilal dilakukan untuk memperoleh data lapangan sebagai bahan penetapan awal Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha 1447 H. Salah satu lokasi pengamatan adalah di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang. “Pemantauan hilal dilakukan dengan menggunakan instrumen astronomi dan melibatkan tim falakiyah. Hasil pengamatan nantinya akan dilaporkan sebagai bahan dalam Sidang Isbat yang digelar pemerintah,” kata Azhari.

Azhari mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H dan Hari Raya Idul Adha. Keputusan tersebut akan diumumkan setelah sidang isbat selesai dilaksanakan. “Kami berharap pemantauan hilal dapat berjalan lancar dan hasilnya menjadi bagian dari data nasional dalam penetapan awal Dzulhijjah 1447 H,” ujar Azhari.

Monitoring hilal merupakan langkah penting untuk menentukan kapan Dzulhijjah dan Idul Adha dimulai. Keberhasilan pengamatan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, khususnya ketersediaan ufuk barat yang jelas. Hasil pengamatan akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menetapkan hari raya secara resmi.

HilalDzulhijjah 1447 HObservatorium Tgk Chik Kuta KarangMABIMSSidang IsbatIdul AdhaKementerian Agama Aceh

Komentar

Memuat komentar...