Akses Bokoharjo Dipercepat, Tujuan Ratu Boko Lebih Mudah

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 109 dibaca
Bisik.id
Akses Bokoharjo Dipercepat, Tujuan Ratu Boko Lebih Mudah

Gambar atau konten salah?

Kementerian Pekerjaan Umum RI (PU) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga telah memutuskan mempercepat pembangunan akses Bokoharjo di Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo segmen Prambanan-Purwomartani. Akses ini dimaksudkan untuk memperkuat konektivitas menuju Situs Keraton Ratu Boko di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Pembangunan jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan wilayah." kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis pada 27 April 2026.

"Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," tambah Dody.

Akses Bokoharjo dirancang sebagai jalur masuk langsung menuju Situs Keraton Ratu Boko di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Kehadiran akses ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur nasional Yogyakarta-Solo yang selama ini menjadi koridor utama menuju destinasi wisata, terutama pada musim libur.

Pengembangan akses akan dilakukan melalui Gerbang Tol Purwomartani sepanjang sekitar 1,95 kilometer yang mengarah langsung ke kawasan Bokoharjo dan Ratu Boko. Akses tersebut ditargetkan dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, sekaligus mendukung kesiapan operasional saat arus mudik Lebaran 2027.

Pekerjaan konstruksi akses Bokoharjo dilakukan secara bertahap. Pembangunan U-turn diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6‑7 bulan, sedangkan pekerjaan yang berkaitan dengan perlintasan rel kereta api diproyeksikan berlangsung selama 9‑10 bulan melalui koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Berdasarkan data hingga 15 April 2026, progres konstruksi Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo pada segmen Prambanan-Purwomartani telah mencapai 94,8 %. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 90 %, dan ditargetkan tuntas pada Agustus 2026.

PU menegaskan pembangunan tol dilakukan dengan tetap memperhatikan keberadaan kawasan bersejarah dan cagar budaya di DIY, termasuk kawasan sekitar Situs Keraton Ratu Boko. Pendekatan pembangunan dilakukan secara hati‑hati agar konektivitas infrastruktur berjalan seiring dengan pelestarian nilai sejarah dan budaya.

Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo saat ini beroperasi dari Gerbang Tol Colomadu hingga Klaten sepanjang 22,3 kilometer.

Melalui percepatan akses Bokoharjo, pemerintah berharap konektivitas menuju kawasan wisata budaya semakin baik, kunjungan wisatawan meningkat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.

Dengan infrastruktur yang lebih baik, daerah wisata di Yogyakarta dapat lebih mudah diakses, memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Keterhubungan yang lebih lancar juga akan mengurangi kemacetan di jalur utama, memberikan manfaat bagi penduduk dan pengunjung sekaligus menjaga warisan budaya yang berharga.

Pekerjaan UmumJalan Tol Solo-YogyakartaAkses BokoharjoSitus Keraton Ratu BokoPariwisata YogyakartaInfrastruktur TransportasiPelestarian Warisan Budaya

Komentar

Memuat komentar...