Amalan Bulan Dzulhijjah: Puasa, Takbir, Idul Adha, Kurban

Ayu W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 122 dibaca
Bisik.id
Amalan Bulan Dzulhijjah: Puasa, Takbir, Idul Adha, Kurban

Gambar atau konten salah?

Amalan di Bulan Dzulhijjah sesuai sunnah menegaskan bahwa bulan ini adalah waktu penting bagi umat Islam. Dzulhijjah dikenal sebagai bulan berhaji, karena banyak orang melaksanakan ibadah haji. Sebelumnya, bulan ini disebut Burak. Umat Islam dianjurkan melakukan berbagai amalan sunnah, seperti puasa, takbir, sholat Id, kurban, dan puasa Ayyamul Bidh.

Berikut daftar amalan yang disarankan, berdasarkan buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.

1. Puasa Dzulhijjah disunnahkan bagi setiap muslim untuk berpuasa selama sembilan hari pertama, yakni tanggal 01-09 Dzulhijjah 2024. Puasa ini termasuk amalan shalih yang dianjurkan. Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan, “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud). Dengan redaksi berbeda, Hunaidah bin Kholid meriwayatkan dari istrinya, yang memperoleh riwayat dari beberapa istri Rasulullah SAW, berkata “Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah, pada hari Asyura (10 Muharram), dan tiga hari di setiap bulan.” (HR. Abu Dawud).

2. Puasa Arafah dilakukan pada hari Arafah atau tanggal 09 Dzulhijjah 2024. Hari Arafah dianggap penuh keutamaan, termasuk hari pengampunan dosa dan wukuf bagi jamaah haji. Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka, melainkan hari Arafah. Sesungguhnya, Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'” (HR. Muslim). Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan orang yang tidak melakukan ibadah haji untuk berpuasa di hari Arafah. Hadits dari Abu Qatadah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang puasa Arafah, kemudian beliau menjawab, “Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim).

3. Bertakbir memperbanyak takbir, tahlil, tasbih, istighfar, dan doa termasuk amalan shalih yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah. Secara umum dzikir dianjurkan setiap waktu dan keadaan. Namun, di bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir menjelang Idul Adha dan hari-hari tasyrik. Imam Bukhari menyebutkan dalam kitabnya: “Ibnu Abbas berkata, 'Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.'” Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.

4. Sholat Id dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah 2024. Hari Raya Idul Adha menjadi saat umat Islam bersenang-senang dan bergembira sesuai tuntunan syariat. Pada pagi hari, umat Islam disunnahkan melaksanakan shalat Idul Adha. Ibnu Abbas meriwayatkan hadits: “Rasulullah Saw. pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Berkurban pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq, umat Islam yang mampu disunnahkan untuk berkurban sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim AS. Berkurban merupakan ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT dan tertuang dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman: “فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَالْخَرُ” (QS. al-Kautsar [108]: 02). Kata “berkurban” dalam ayat tersebut berarti menyembelih hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha disebut al-udhhiyah, sesuai waktu pelaksanaan ibadah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan sunnah rutin yang dianjurkan dilaksanakan pada pertengahan bulan-bulan Hijriah, termasuk Dzulhijjah. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Dzulhijjah 2024. Melansir laman NU Online, diriwayatkan Abu Daud: “وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه أَبُو داود)” Artinya: Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan RA, ia berkata: “Rasulullah SAW telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.” (HR Abu Dawud). (An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, h. 81). Secara bahasa, Ayyamul Bidh memiliki makna hari-hari yang cerah. Disebut ayyamul bidh karena puasa ini dilaksanakan pada hari-hari di mana malam sebelumnya cerah disinari bulan.

Amalan-amalan tersebut menegaskan pentingnya bulan Dzulhijjah bagi umat Islam. Puasa, takbir, sholat Id, kurban, dan puasa Ayyamul Bidh merupakan bagian dari ibadah yang menambah pahala dan kedekatan dengan Allah. Setiap kegiatan memiliki dasar hadis yang kuat, sehingga dijadikan pedoman bagi muslim yang ingin menunaikan ibadah sesuai sunnah. Dengan melaksanakan amalan ini, umat Islam dapat memperkuat iman dan meneguhkan hubungan spiritual mereka di bulan yang mulia ini.

DzulhijjahPuasa DzulhijjahPuasa ArafahTakbirSholat Idul AdhaKurbanAyyamul Bidh

Komentar

Memuat komentar...