April 2026: 12 Syawal 1447 H – Konversi Tanggal Hijriah
Gambar atau konten salah?
Setiap kali menanyakan “Hari ini berapa tanggal Hijriah?” banyak orang bertanya, terutama bagi umat Islam yang ingin menyesuaikan jadwal ibadah. Karena penanggalan Hijriah dan Masehi tidak sama, konversi diperlukan agar tidak salah menghitung hari penting.
Menurut konversi yang disusun oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, Rabu 1 April 2026 jatuh pada 12 Syawal 1447 H. Bulan April 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Syawal dan Dzulqa'dah. Berikut rincian tanggalnya:
- 1 April 2026 – 12 Syawal 1447 H
- 2 April 2026 – 13 Syawal 1447 H
- 3 April 2026 – 14 Syawal 1447 H
- 4 April 2026 – 15 Syawal 1447 H
- 5 April 2026 – 16 Syawal 1447 H
- 6 April 2026 – 17 Syawal 1447 H
- 7 April 2026 – 18 Syawal 1447 H
- 8 April 2026 – 19 Syawal 1447 H
- 9 April 2026 – 20 Syawal 1447 H
- 10 April 2026 – 21 Syawal 1447 H
- 11 April 2026 – 22 Syawal 1447 H
- 12 April 2026 – 23 Syawal 1447 H
- 13 April 2026 – 24 Syawal 1447 H
- 14 April 2026 – 25 Syawal 1447 H
- 15 April 2026 – 26 Syawal 1447 H
- 16 April 2026 – 27 Syawal 1447 H
- 17 April 2026 – 28 Syawal 1447 H
- 18 April 2026 – 29 Syawal 1447 H
- 19 April 2026 – 1 Dzulqa'dah 1447 H
- 20 April 2026 – 2 Dzulqa'dah 1447 H
- 21 April 2026 – 3 Dzulqa'dah 1447 H
- 22 April 2026 – 4 Dzulqa'dah 1447 H
- 23 April 2026 – 5 Dzulqa'dah 1447 H
- 24 April 2026 – 6 Dzulqa'dah 1447 H
- 25 April 2026 – 7 Dzulqa'dah 1447 H
- 26 April 2026 – 8 Dzulqa'dah 1447 H
- 27 April 2026 – 9 Dzulqa'dah 1447 H
- 28 April 2026 – 10 Dzulqa'dah 1447 H
- 29 April 2026 – 11 Dzulqa'dah 1447 H
- 30 April 2026 – 12 Dzulqa'dah 1447 H
Perbedaan perhitungan antara kedua kalender ini berasal dari dasar pengamatannya. Kalender Masehi mengukur waktu berdasarkan peredaran Bumi mengelilingi Matahari, sehingga termasuk kalender solar. Sementara Kalender Hijriah mengukur waktu dari peredaran Bulan mengelilingi Bumi, sehingga termasuk kalender lunar.
Menurut penjelasan dari IAIN Tuban, perbedaan ini membuat jumlah hari dalam satu tahun tidak sama. Kalender Masehi menggunakan siklus tropis Matahari, menghasilkan rata‑rata 365,2222 hari per tahun. Tahun biasa dibagi menjadi 12 bulan dengan panjang yang bervariasi: Februari 28 atau 29 hari, April 30 hari, Mei 31 hari, dan seterusnya. Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun, kecuali tahun abad yang hanya kabisat bila habis dibagi 400.
Di sisi lain, Kalender Hijriah menghitung satu tahun berdasarkan 12 siklus sinodis Bulan, yaitu fase bulan yang sama atau hilal. Siklus sinodis rata‑rata 29,53 hari. Karena hal ini, satu bulan Hijriah bisa 29 atau 30 hari, tergantung apakah hilal terlihat pada tanggal 29. Akibatnya, satu tahun Hijriah bisa 354 atau 355 hari.
Seorang ahli ilmu falak NU, KH Shofiyulloh, menegaskan bahwa perbedaan acuan ini menjelaskan variasi tanggal antara kedua kalender. Ia menambahkan bahwa meski perbedaan ini terlihat kecil, bagi umat Islam yang mengamati ibadah tertentu, konversi yang tepat sangat penting.
Dengan mengetahui konversi ini, setiap orang dapat menyesuaikan jadwal ibadah, seperti puasa, shalat, dan perayaan hari besar. Misalnya, pada 12 Syawal 1447 H, umat Islam biasanya menunaikan ibadah puasa sunnah dan bersyukur atas terbitnya bulan Syawal.
Kesimpulannya, 1 April 2026 adalah 12 Syawal 1447 H. Perbedaan antara kalender Masehi dan Hijriah berasal dari acuan perhitungan yang berbeda: satu solar, satu lunar. Pengetahuan ini membantu umat Islam menyesuaikan kegiatan keagamaan dengan tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Raker Apeksi Komwil VI Kendari Tetapkan Tiga Langkah
