Arema FC Diskusi Keamanan Derby Jatim di Mapolda Jawa Timur

Hendra M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Arema FC Diskusi Keamanan Derby Jatim di Mapolda Jawa Timur

Gambar atau konten salah?

Manajemen Arema FC mengunjungi Mapolda Jawa Timur untuk membahas skema pengamanan laga panas bertajuk derby Jatim. Pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dijadwalkan pada 28 April 2026 di Stadion Kanjuruhan sebagai bagian dari Super League.

Pertemuan tersebut menandai langkah penting agar duel di Kanjuruhan dapat berlangsung tanpa riak provokasi. Koordinasi antara manajemen, Panpel Arema FC, dan kepolisian bertujuan menyiapkan kondisi aman bagi semua pihak.

Rapat resmi digelar di Surabaya pada 1 April 2026. Fokus utamanya adalah menyelaraskan persepsi antara klub, panitia pelaksana, dan kepolisian untuk menjamin keamanan selama pertandingan.

Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, menegaskan bahwa langkah preventif dan edukasi kepada suporter adalah harga mati. Menurut Erwin, perilaku suporter akan menjadi rapor utama bagi kepolisian dalam menerbitkan izin pertandingan dengan tensi tinggi tersebut.

Kami sangat menekankan pentingnya langkah pencegahan dan edukasi kepada suporter. Hal ini krusial untuk menjaga kenyamanan,” ujar Erwin dalam keterangan resminya pada 2 April 2026. Ia menambahkan bahwa upaya ini bukan sekadar kesuksesan penyelenggaraan, melainkan harapan agar laga melawan Persebaya menjadi obat penyembuh trauma yang dirasakan semua pihak setelah tragedi Kanjuruhan.

Dampak dari upaya ini bukan sekadar kesuksesan penyelenggaraan, namun laga melawan Persebaya diharapkan mampu menjadi obat penyembuh trauma yang selama ini dirasakan semua pihak setelah tragedi Kanjuruhan,” tambah Erwin.

Sementara itu, perwakilan manajemen Arema FC, Munif Wakid, mengapresiasi perubahan positif yang ditunjukkan para pendukung setia tim Singo Edan. Ia menilai Aremania kini lebih dewasa dalam menyikapi dinamika di lapangan.

Kami melihat Aremania saat ini sudah berada di jalur yang lebih baik dan menunjukkan kedewasaan yang luar biasa. Kami sangat berharap hal ini tidak tercoreng oleh hal-hal kecil yang tidak diinginkan di dua pertandingan sebelum melawan Persebaya,” tegas Munif.

Melalui koordinasi berlapis dengan Polda Jawa Timur, Arema FC bertujuan tidak hanya menjamin keselamatan seluruh elemen di stadion, tetapi juga membuktikan bahwa sepak bola Jawa Timur telah berbenah. Sinergi ini diharapkan dapat mengembalikan marwah kompetisi yang kompetitif namun tetap dibalut semangat sportivitas dan persaudaraan antar suporter.

Arema FC memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar agenda besar ini berjalan mulus tanpa kendala.

Kesimpulannya, Arema FC menunjukkan pendekatan proaktif terhadap keamanan, menekankan edukasi suporter, dan berharap laga derby dapat menjadi momen penyembuhan setelah tragedi Kanjuruhan. Upaya ini mencerminkan komitmen klub untuk menjaga integritas kompetisi dan membangun hubungan positif antara tim, pendukung, dan kepolisian.

Arema FCPersebaya SurabayaKanjuruhanMapolda Jawa Timurkeamananedukasi suportertragedi Kanjuruhan

Komentar

Memuat komentar...