Arema-Persebaya: Keamanan Tertinggi di Malang Menjamin Laga

Yanto K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Arema-Persebaya: Keamanan Tertinggi di Malang Menjamin Laga

Gambar atau konten salah?

Malang – Laga big match yang akan menampilkan Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026 telah menjadi fokus utama persiapan keamanan dan perdamaian di kota ini. Pada hari Minggu, 5 April 2026, Aremania bersama Forkopimda Malang Raya menggelar acara konsolidasi bertajuk Arema One Blood di Pendopo Pemkab Malang, Jalan Panji, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Acara tersebut tidak sekadar pertemuan biasa. Para pemangku kepentingan, termasuk kepolisian Polresta Malang Kota dan Polres Malang, serta koordinator lapangan suporter dari wilayah Malang Raya, Blitar, hingga Pasuruan, hadir untuk menandatangani nota kesepahaman. Nota tersebut memuat enam poin penting, termasuk larangan kekerasan di dalam maupun luar stadion, penghormatan terhadap tim tamu dan perangkat pertandingan, serta koordinasi ketat dengan aparat keamanan. Sanksi tegas bagi pelanggar juga disisipkan untuk menegakkan sportivitas.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyatakan bahwa momentum ini merupakan titik balik untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih sehat dan berkelanjutan di Malang. “Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter adalah hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ujarnya pada Senin, 6 April 2026.

Yusrinal menekankan bahwa Arema bukan hanya soal mengejar trofi atau kemenangan di lapangan hijau, melainkan tentang bagaimana menjaga martabat dan persaudaraan masyarakat Malang Raya. Ia berharap pemerintah terus memberikan dukungan, mulai dari regulasi hingga infrastruktur, demi prestasi klub yang lebih baik.

Suasana haru sekaligus membakar semangat terjadi ketika pendiri Arema, Ovan Tobing, memberikan orasi di atas panggung konsolidasi. Dengan lantang, ia meminta seluruh Aremania menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kebanggaan. “Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” kata Ovan.

Ovan juga mengingatkan keras agar sejarah kelam masa lalu tidak kembali terulang. Ia menegaskan bahwa mata publik akan tertuju pada laga kontra Persebaya nanti, sehingga menjaga nama baik Malang menjadi harga mati. “Ovan meminta seluruh pihak membuktikan bahwa Malang bisa menjadi tuan rumah yang bertanggung jawab,” terungkapnya.

Acara ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman yang disaksikan langsung oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Putu Kholis Aryana, dan Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdianto. Nota tersebut menegaskan larangan kekerasan, penghormatan terhadap tim tamu, serta koordinasi ketat dengan aparat keamanan. Sanksi tegas bagi pelanggar juga disisipkan untuk menegakkan sportivitas.

Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, yang hadir mewakili Bupati Malang, turut memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai, stadion harus bertransformasi menjadi ruang pembelajaran sosial yang aman dan membanggakan. “Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” kata Firmando.

Firmando menegaskan bahwa Malang Raya harus mulai dikenal dunia karena kedewasaan dan sportivitas suporternya, bukan lagi karena fanatisme buta. Ia menutup pidatonya dengan harapan stadion menjadi ruang aman dan nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Malang berusaha memastikan bahwa laga big match antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dapat berlangsung dalam suasana aman, damai, dan penuh sportivitas, sekaligus menegaskan komitmen kota terhadap sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa.

Arema FCPersebaya SurabayaMalangkeamanansportivitasnota kesepahamanArema One Blood

Komentar

Memuat komentar...