Arsenal Raih Premier League Setelah 22 Tahun Menunggu

Dwi H. · 2 min baca · 7 hari lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Arsenal Raih Premier League Setelah 22 Tahun Menunggu

Gambar atau konten salah?

Setelah bekerja keras selama enam setengah tahun, Mikel Arteta akhirnya membawa Arsenal meraih gelar Premier League. Pencapaian ini menandai akhir penantian panjang selama dua puluh dua tahun. Gelar ini sangat diidamkan, meski Arteta sudah pernah menorehkan Piala FA.

Arsenal sebelumnya harus menelan pil pahit, finis sebagai runner‑up selama tiga musim berturut‑turut. Meskipun sulit, mereka tetap bertahan dan akhirnya menemukan cara untuk mengubah nasibnya.

Arteta bergabung pada Desember 2019, setelah klub memecat Unai Emery. Saat itu, Arsenal berada di titik terendah. Klub itu berada di posisi kedelapan pada dua musim pertama Arteta, dan banyak pihak menyerukan pemecatannya.

Pria asal Spanyol ini memutuskan untuk mengubah budaya di dalam klub secara menyeluruh. Ia melakukan kajian mendalam untuk memahami perasaan semua orang yang bekerja di Arsenal. Arteta tidak puas dengan cara staf klub mengekspresikan perasaan mereka.

Ia memerlukan waktu untuk memecah semua budaya yang sudah salah. Dalam prosesnya, ia menekankan pentingnya menciptakan kembali budaya klub, baik di lapangan maupun di luar lapangan.

Co‑Chair, Josh Kroenke, salah satu pendukung utama, mengingat pertemuannya dengan Arteta saat masih pemain. “Saya pertama kali bertemu Mikel Arteta ketika dia bermain untuk Arsenal, jadi saya memiliki gambaran tentang kepribadiannya. Ayah saya dan saya tahu banyak tentang sosok di balik pemain tersebut,” kata Kroenke di podcast The Overlap bersama Ian Wright dan Gary Neville.

Ia menambahkan, “Namun pada musim panas 2019, setelah kami pergi ke Baku, Azerbaijan untuk final Liga Europa, saat itulah semuanya mulai terasa nyata bagi saya. Dan saya ingat pernah berbicara dengan ayah saya bahwa mungkin kami perlu mundur selangkah terlebih dahulu untuk akhirnya bisa maju.”

Kroenke menekankan bahwa ketika ia dan Arteta bertemu, percakapan yang paling berkesan bukan tentang taktik sepakbola, melainkan tentang budaya. “Dan ketika saya datang ke tempat latihan ini dan melihat orang‑orang yang ada di sini, saya pikir ini adalah bukti dari apa yang telah Mikel dan stafnya capai selama enam tahun terakhir. Bukan hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan,” tegasnya.

Perubahan budaya ini terlihat jelas di lapangan. Arsenal menampilkan permainan yang lebih terorganisir, disiplin, dan penuh semangat. Semua ini berkontribusi pada kemenangan mereka di akhir musim 2025/2026.

Keberhasilan ini juga menegaskan bahwa perubahan budaya dapat membawa hasil positif. Meskipun prosesnya panjang dan penuh tantangan, dedikasi Arteta dan dukungan dari dewan direksi membawa klub kembali ke puncak.

Dengan kemenangan ini, Arsenal menutup jendela penantian dua puluh dua tahun. Kemenangan ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang perjalanan panjang perubahan budaya yang akhirnya membuahkan hasil.

Mikel ArtetaArsenalPremier LeagueBudaya klubDua puluh dua tahunPiala FADisiplinKemenangan

Komentar

Memuat komentar...