Artemis 2: Misi Berawak Orion Mengelilingi Bulan

Ika P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 138 dibaca
Bisik.id
Artemis 2: Misi Berawak Orion Mengelilingi Bulan

Gambar atau konten salah?

Artemis 2 adalah misi berawak pertama program Artemis, sekaligus penerbangan berawak pertama bagi kapsul Orion. Para astronaut, Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada, mengelilingi sisi jauh Bulan selama 10 hari sebelum kembali ke Bumi.

Peluncuran misi dimulai pada 1 April 2026 dan pendaratan di laut terjadi pada 10 April 2026. Selama perjalanan, kru mengunggah foto Bumi dan Bulan yang menakjubkan, sekaligus berbagi refleksi yang menyentuh hati jutaan orang.

“Kami ingin pergi ke sana dan mencoba melakukan sesuatu yang dapat menyatukan dunia,” ungkap Wiseman, komandan Artemis 2. Ia mengekspresikan rasa terima kasih tidak hanya kepada NASA, tetapi juga kepada rekan media dan masyarakat dunia yang telah meluangkan waktu menonton.

Misi ini berfungsi sebagai uji coba sistem pendukung kehidupan Orion dan uji kelayakan untuk memastikan wahana tersebut mampu menopang kehidupan kru selama misi di sekitar Bulan. Wiseman dan rekan mengatakan apa yang mereka pelajari menjadi pertanda baik bagi misi Artemis masa depan.

“Hal yang benar-benar mengejutkan saya pada misi ini adalah betapa baiknya performa wahana antariksa tersebut saat dikendalikan dan seberapa baik mesinnya mampu menopang empat manusia di dalamnya,” ujar Wiseman. Ia menambahkan bahwa ada beberapa masalah kecil yang perlu diatasi, seperti suhu kabin. “Kami sedikit kedinginan pada dua hari pertama. Mereka kemudian menaikkan suhunya. Mereka memperbaiki semua yang kami minta,” ungkapnya.

Selanjutnya, Artemis 3 dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2027. Misi ini akan melibatkan kru lain di Orion untuk mempraktikkan manuver pertemuan dan penyandaran di orbit Bumi bersama satu atau kedua wahana pendarat Bulan Artemis yang telah dikontrak. Baik SpaceX maupun Blue Origin ditunjuk menyediakan wahana pendarat untuk program ini.

Dengan berakhirnya Artemis 2, Wiseman menyatakan bahwa pendaratan berawak di Bulan terasa lebih memungkinkan daripada sebelumnya. “Jika kami membawa wahana pendarat penerbangan perdana di misi tersebut, saya yakin setidaknya tiga rekan kru saya sudah akan berada di dalamnya, mencoba mendarat di Bulan,” cetusnya. Ia menekankan bahwa tantangan teknis sangat besar, namun tim harus bekerja setiap hari dengan keyakinan bahwa hal ini benar-benar bisa dilakukan dan dapat diwujudkan dalam waktu dekat.

Jika jadwal NASA tidak berubah dan Artemis 3 berjalan lancar, Artemis 4 akan mendaratkan astronaut dekat kutub selatan Bulan pada akhir 2028. Dengan demikian, langkah-langkah berikutnya dalam program Artemis semakin jelas, menandai kemajuan signifikan dalam eksplorasi luar angkasa.

Perjalanan Artemis 2 menegaskan kemampuan teknologi Orion dan menyiapkan landasan bagi misi berawak berikutnya. Keberhasilan ini menandai tonggak penting dalam sejarah antariksa, memperlihatkan bahwa manusia dapat kembali ke Bulan dengan aman dan mempersiapkan pendaratan berawak di masa depan.

Artemis 2OrionBulanNASASpaceXBlue Originmisi berawakpendaratan

Komentar

Memuat komentar...