Arteta Kritik Kiper Kepa di Final Carabao Cup, City 2‑0

Dwi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Arteta Kritik Kiper Kepa di Final Carabao Cup, City 2‑0

Gambar atau konten salah?

Mikel Arteta mendapat kritik tajam setelah memilih susunan pemain yang tidak memuaskan di final Carabao Cup. Keputusannya menempatkan kiper cadangan Kepa Arrizabalaga menjadi sorotan utama.

Final Carabao Cup berlangsung pada Minggu, 22 Maret 2025, di mana Arteta memutuskan untuk memulai laga dengan Kepa. Pilihan ini kemudian berujung pada blunder yang membuka peluang bagi Manchester City.

Di menit ke-60, Kepa gagal menangkap bola dengan sempurna. Bola terlepas, dan Nico O'Reilly menabrak dan mencetak gol pertama bagi City.

Man City memanfaatkan momentum tersebut. Empat menit setelah gol pertama, O'Reilly kembali mencetak gol kedua, menutup skor akhir 2‑0.

Keputusan Arteta untuk menempatkan Kepa di posisi utama dianggap berisiko. Kritik menyebutnya sebagai keputusan yang menaruh perasaan lebih daripada strategi, mengancam trofi dan momentum tim.

Trofi ini seharusnya menjadi kemenangan pertama dari empat yang dikejar oleh Arsenal. Arteta berpendapat Kepa berhak mendapatkan kesempatan karena selalu menjadi pilihan utama di kompetisi Carabao Cup.

Eks gelandang Emmanuel Petit menolak pendapat tersebut. Ia menyatakan:

“Di satu sisi saya bisa memahami ucapan Arteta, tapi di sisi lain ketika Anda melakoni final, situasinya berbeda. Final, saya tak peduli bagaimana Anda memainkannya, ya harus menang, artinya Anda mesti menempatkan pemain-pemain terbaik di lapangan,” ujar Petit di talkSPORT.

Petit menambahkan:

“Ini laga satu pertemuan dan pada akhir laga pilihannya Anda dapat trofi atau tidak. Bagi saya, inilah perbedaan besarnya.”

Ia menegaskan bahwa keputusan harus didasarkan pada kepentingan tim, klub, dan suporter, bukan perasaan pribadi. Petit's komentar menyoroti bahwa kesalahan Kepa “membunuh pertandingan.”

Keputusan Arteta menempatkan Kepa di final menimbulkan pertanyaan tentang strategi seleksi pemain dalam pertandingan penting. Kritik menilai bahwa memilih pemain terbaik adalah kunci kemenangan, sementara Arteta tampaknya menekankan kepercayaan pada kiper yang biasa dipilihnya. Perdebatan ini menyoroti ketegangan antara loyalitas terhadap pemain dan tuntutan kemenangan di kompetisi tingkat tinggi.

Mikel ArtetaKepa ArrizabalagaManchester CityCarabao CupBlunderKritikKemenangan

Komentar

Memuat komentar...