Arus Balik Lebaran 2026: Kendaraan Melebihi 3.000 per Jam

Rini S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 102 dibaca
Bisik.id
Arus Balik Lebaran 2026: Kendaraan Melebihi 3.000 per Jam

Gambar atau konten salah?

Arus balik lebaran Idul Fitri 2026 sudah mulai terlihat di jalan-jalan utama di Jawa Barat. Banyak kendaraan yang keluar dari daerah selatan Jabar menuju Jakarta lewat jalur Nagreg, menandai awal perjalanan pulang warga.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, volume kendaraan di kawasan Bogor sudah melampaui tiga ribu per jam. "Arus balik sudah terjadi. Cikal-bakalnya adalah volume kendaraan yang melintas sudah di atas 3 ribu per jam," ucap Hendra kepada wartawan di Garut pada Senin, 23 Maret 2026.

Di wilayah Cipali, kepadatan serupa tercatat. Kendaraan yang melintas mencapai tiga ribu per jam. "Ketika sudah mencapai 4 ribu kendaraan per jam, sudah dibuka (diberlakukan) contra flow," tambah Hendra. Kontra flow diaktifkan ketika arus mencapai 4.000 kendaraan per jam untuk menurunkan tekanan lalu lintas.

Hendra juga memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada dua periode berbeda. "Puncaknya besok, Selasa (24 Maret) dan pada Jumat dan Sabtu, 27-28 Maret," ungkapnya. Puncak ini menandai waktu paling padat bagi para mudik.

Di jalur mudik Garut, kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju Garut semakin banyak. Polisi menerapkan sistem satu jalur kendaraan atau one way berulang kali. AKBP Eti Haryati dari Polda Jabar menyatakan sudah ada sepuluh kali penerapan one way di Jalur Limbangan dan Malangbong.

Menurut pengamatan, di jalur Limbangan terjadi kepadatan dua jalur kendaraan. Banyak pemudik dan wisatawan dari Tasikmalaya hingga Pangandaran yang kembali ke daerah asal lewat jalan ini. Sementara itu, kendaraan dari Bandung menuju Tasikmalaya via Nagreg masih banyak melintasi jalur tersebut. "Masih ada tapi sudah melandai. Khususnya yang masuk ke kawasan Kadungora," pungkas Eti.

Arus balik ini menandai tantangan logistik bagi kepolisian dan pengendalian lalu lintas. Penyesuaian sistem satu jalur dan penerapan contra flow menjadi strategi utama untuk mengurangi kemacetan di jalan utama. Dengan volume kendaraan yang terus meningkat, koordinasi antar lembaga menjadi kunci agar perjalanan mudik berjalan lebih lancar.

Arus balikIdul Fitri 2026Jalur NagregContra flowPolda Jawa BaratKepadatan kendaraanPuncak arus balik

Komentar

Memuat komentar...