Arus Balik Lebaran Ketapang‑Gilimanuk Lancar, Kendaraan Terbantu

Ani R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Arus Balik Lebaran Ketapang‑Gilimanuk Lancar, Kendaraan Terbantu

Gambar atau konten salah?

Arus balik Lebaran di jalur KetapangGilimanuk berjalan lancar dan terkontrol. Puncak arus mulai pada 30 Maret 2026 ketika ribuan kendaraan pemudik menempuh rute menuju Pelabuhan Ketapang untuk kembali ke Bali. Antrean panjang terbentuk, namun tetap mengalir dalam kendali.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa kesiapan operasional sudah dimaksimalkan sejak awal periode arus balik. Ia menambahkan, “Di tengah lonjakan pergerakan masyarakat, kami memastikan pelayanan tetap optimal. Armada siaga penuh, pengaturan arus kendaraan dimaksimalkan, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pengguna jasa tetap terlayani dengan baik.” Pernyataan ini diungkapkan pada 30 Maret 2026.

Lonjakan trafik mulai terlihat sejak 23 Maret 2026 hingga 28 Maret 2026. Pada 28 Maret 2026, tercatat pergerakan tertinggi mencapai 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang dalam satu hari. Angka tersebut menandai puncak arus balik yang sudah berlangsung lama.

Data reservasi tiket melalui platform Ferizy menunjukkan tren signifikan. Sejak 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026, total reservasi di Pelabuhan Ketapang mencapai 148.054 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, 135.256 unit telah terlayani hingga H+6, sementara sekitar 12.798 unit masih dalam perjalanan menuju pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan. Angka ini mencerminkan arus balik belum sepenuhnya mereda, menandakan potensi kepadatan yang masih akan terjadi seiring kedatangan kendaraan secara bertahap.

Berikut data produksi per 12 jam pada 29 Maret 2026 atau H+7: 22.804 penumpang telah menyeberang. Kendaraan yang dilayani meliputi 3.438 sepeda motor, 2.024 mobil pribadi, 667 truk logistik, dan 272 bus, dengan total 6.401 unit. Secara kumulatif sejak 22 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026 pukul 12.00, sebanyak 97.683 kendaraan dan 314.491 penumpang telah kembali ke Bali.

Meski padat, antrean di lintas Ketapang‑Gilimanuk tetap bergerak berkat pengaturan operasional yang disiplin. ASDP menerapkan strategi prioritas dengan mendahulukan kendaraan pemudik seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus, guna memastikan perjalanan keluarga lebih cepat dan nyaman. Sementara itu, kendaraan logistik tetap dilayani dengan skema fleksibel berbasis kondisi lapangan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pada saat lonjakan terjadi, kendaraan barang dialihkan sementara ke kantong parkir yang telah disiapkan. Ia berkata, “Saat arus padat, kendaraan logistik kami arahkan ke buffer zone seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, dan area Pusri. Setelah kondisi lebih landai, kendaraan tersebut dilayani kembali secara bertahap.”

Untuk menjaga kelancaran, hingga 32 kapal dioperasikan, dengan 18 kapal menerapkan pola Tiba‑Bongkar‑Berangkat (TBB). Optimalisasi buffer zone di Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri juga terus dilakukan. Meski beberapa titik terpantau padat oleh kendaraan logistik, kondisi tetap dalam kendali petugas. Dengan tingkat keterisian pelabuhan mencapai sekitar 90%, proses pemuatan kendaraan ke kapal tetap berlangsung lancar di seluruh dermaga.

Secara keseluruhan, arus balik Lebaran di jalur Ketapang‑Gilimanuk menunjukkan kemampuan pengelolaan logistik yang terkoordinasi. Kendaraan pemudik dan logistik diprioritaskan secara terstruktur, sementara buffer zone berfungsi sebagai penyangga saat volume tinggi. Hasilnya, meskipun volume tinggi, perjalanan tetap terjaga dan pelanggan dapat menempuh rute kembali ke Bali tanpa hambatan signifikan.

arus balik LebaranKetapang-GilimanukASDPbuffer zonekendaraan pemudiklogistikTBB

Komentar

Memuat komentar...