AS Siapkan Alokasikan Aset ke Negara Teluk Serangan Drone

Dani L. · 2 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
AS Siapkan Alokasikan Aset ke Negara Teluk Serangan Drone

Gambar atau konten salah?

Di tengah ketegangan di Teluk, Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan rencana mengalihkan aset milik Iran kepada negara-negara Teluk. Rencana ini muncul setelah Iran meluncurkan serangan drone ke Bahrain dan Kuwait pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut sumber yang mengetahui isu tersebut, Menteri Keuangan AS Scott Bessent telah menugaskan tim untuk menghitung total biaya kerusakan yang dialami sekutu AS di kawasan Teluk akibat serangan Iran. Hari itu juga, AS akan mengevaluasi kemungkinan menggunakan aset Iran untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan di masa depan.

Sumber tersebut menegaskan bahwa keputusan ini datang sehari setelah Mohsen Rezaei, penasihat pemimpin tertinggi Iran, menyatakan kepada CNN bahwa “kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan ini sangat bergantung pada pencairan aset Iran senilai US$ 24 miliar yang dibekukan oleh AS.”

Meski tidak mengungkapkan jenis aset yang sedang diperiksa, pernyataan tersebut menandai langkah baru yang tampaknya tidak terbatas pada aset yang dibekukan saja. Pengalihan aset Iran dapat memicu ketegangan baru pada gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran.

Negosiasi damai tampaknya buntu. Seorang menteri dari Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, telah bertolak ke Iran pada Sabtu membawa surat untuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Pada dini hari Sabtu, 6 Juni 2026, pasukan AS menyerang situs radar pesisir Iran di Goruk dan Pulau Qesh di Selat Hormuz. Serangan ini dilakukan setelah AS menembak jatuh drone yang diluncurkan Iran.

Menurut CENTCOM, serangan Iran mengancam lalu lintas maritim. Militer AS juga menyatakan mereka kembali menembak jatuh dua drone tempur Iran lainnya yang mengancam pelayaran di selat tersebut.

Keputusan AS untuk memanfaatkan aset Iran menambah lapisan kompleksitas pada hubungan antara kedua negara. Sementara Iran menegaskan bahwa pencairan aset adalah syarat utama untuk damai, AS menekankan perlunya memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Situasi ini menandai fase baru dalam dinamika konflik di Teluk, di mana langkah diplomatik dan militer saling berinteraksi secara intens.

TelukASIrandroneasetSelat Hormuznegosiasi damai

Komentar

Memuat komentar...