Ayu Jastip 138 Burger Aldi’s, Rp10k Fee, Cepat Sukses

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Ayu Jastip 138 Burger Aldi’s, Rp10k Fee, Cepat Sukses

Gambar atau konten salah?

Di tengah lonjakan popularitas Aldi's Burger yang membuat antrean membludak, seorang wanita bernama Ayu menemukan peluang bisnis baru. Ia tinggal di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang berdekatan dengan gerai Aldi's Burger. Pada 19 April 2024, Ayu memutuskan untuk membuka jasa titip (jastip) membeli burger tersebut.

Awalnya, Ayu hanya ingin membeli burger untuk konten review di media sosial. Ia mengungkapkan, “Niat awalnya aku mau beli Aldi's Burger buat bikin konten review aku. Dari hari Selasa lalu.” Namun, ketika ia mengetahui bahwa setiap pembelian harus dilakukan dengan sistem pre-order (PO) satu hari sebelumnya, ia melihat peluang baru. “Ternyata sekarang harus ngelist H-1 orderannya untuk besoknya baru bisa diambil. Nah, di situ aku kepikiran untuk open jastip, karena kebetulan rumah dan tempat kerja aku deket sama Aldi's Burger,” jelasnya.

Tanpa ekspektasi tinggi, Ayu mencoba menawarkan jasa titip lewat Instagram Story pribadinya. Ia berkata, “Niat awalnya aku iseng aja sih, aku posting di InstaStory aku dan nggak nyangka banget ternyata antusiasmenya luar biasa, banyak yang order via DM aku.” Responsnya melebihi harapannya. Dalam waktu singkat, jumlah pesanan mencapai 138 burger dengan berbagai varian.

Untuk harga, Ayu menetapkan Rp 34.000 untuk Brother Burger, Rp 39.000 untuk Big Brother, dan Rp 75.000 untuk Gallagher Burger. Dari setiap pesanan, ia mengambil fee sebesar Rp 10.000 per burger sebagai jasa titip. Meski terlihat sederhana, sistem pre-order satu hari membuat proses jastip cukup menantang. Ayu harus mengatur daftar pesanan sejak H-1 agar dapat mengambil seluruh order tepat waktu.

Keberhasilan Ayu menunjukkan bagaimana tren makanan viral dapat membuka peluang usaha kecil. Ia memanfaatkan lokasi strategis, media sosial, dan sistem pre-order yang ada. Dengan mengatur harga dan fee yang kompetitif, ia berhasil menanggapi permintaan yang tinggi tanpa harus memiliki gerai sendiri.

Kesempatan ini juga menyoroti pentingnya adaptasi cepat terhadap perubahan kebijakan restoran. Bagi para pelaku usaha kecil, fleksibilitas dan pemanfaatan platform digital menjadi kunci untuk mengisi kekosongan pasar yang muncul akibat kebijakan pre-order.

Aldi's Burgerjastippre-orderInstagramCempaka Putihbisnis kecil

Komentar

Memuat komentar...