Bali Meningkatkan Lalu Lintas Wisatawan Asing 10% pada 2026
Gambar atau konten salah?
06 Mei 2026 – Bali mencatat lonjakan kunjungan wisatawan asing pada periode Januari hingga April 2026. Jumlah turis asing yang melintasi Pulau Dewata naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ungkap Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, di media gathering di kantor beliau.
Bugie menyatakan lebih dari 4,5 juta perlintasan melalui Bandara Ngurah Rai pada periode tersebut. Dari jumlah tersebut, sekitar 4 juta merupakan turis asing. “Hal ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi utama pariwisata global, meskipun kebijakan visa saat ini diterapkan secara lebih selektif,” ujar Bugie.
Meski data positif, Bugie menilai kondisi area kedatangan internasional di Bandara Ngurah Rai belum ideal. Menurutnya, banyaknya konter layanan yang ditempatkan di antara jalur penumpang menuju imigrasi membuat area terasa padat. “Saat mengunjungi bandara, melihat area kedatangan kita itu menurut saya itu crowded. Karena terlalu banyak desk ataupun instansi yang berada di tengah-tengah antara kedatangan penumpang dengan konter imigrasi,” imbuh Bugie.
Bugie kemudian menjelaskan berbagai konter layanan di kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai. Mulai dari konter visa on arrival (VoA), karantina, hingga pengisian data daring yang tersebar di tengah area. Menurutnya, hal itu memperlambat alur pergerakan penumpang. “Imigrasi Ngurah Rai, dia berujar, berencana melakukan penataan ulang desk layanan dan pengaturan ulang alur penumpang (re-flowing passenger) di bandara. Seluruh desk yang berada di tengah area kedatangan akan dipindahkan dan area tersebut akan disterilkan,” imbuhnya.
Bugie menambahkan, “Nah, ini yang sedang berusaha kami perbaiki dengan re-layout dan re-flowing passenger, sehingga menciptakan satu layanan atau pemeriksaan keimigrasian yang seamless. Jadi semua desk yang ada di tengah-tengah area kedatangan internasional itu, itu kami sterilkan.”
Selain itu, Imigrasi Ngurah Rai mendorong peningkatan penggunaan autogate untuk mempercepat proses pemeriksaan di bandara. “Karena autogate ini begitu cepat pemeriksaannya, namun tidak mengesampingkan faktor keamanan. Karena sistem pemeriksaannya itu sudah begitu canggih, kami hanya memperbolehkan paspor dengan chip elektronik, sebagaimana paspor Indonesia kita punya. Itu yang boleh melintasi autogate,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, pihak imigrasi berharap dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi penumpang internasional yang tiba di Bali, sekaligus menjaga standar keamanan yang tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Jadwal Salat Surabaya 12 Juni 2026: Waktu Imsak hingga Isya
Wasit Asing IBL 2026 Tak Memuaskan, Butuh Pengembangan Lokal
Jadwal Salat Denpasar 12 Juni 2026: Waktu Subuh 05:09
Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Studi Jangka Panjang
Cuaca Jawa Timur 12 Juni 2026: Hujan Ringan, Kabut, Berawan
Indonesia U-19 Kalah 1-0 di Semi Final Piala AFF 2026
Penyerapan Pupuk Subsidi di Bandung Terhambat El Nino
Jadwal Sholat Jumat 12 Juni 2026 di 38 Wilayah Jawa Timur
Pertamina Dukung Konservasi Lebah di P4S Lembah Suhita
Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan Stadion Azteca
