Bali Tetap: SD‑SMA Belajar Tatap Muka, PJJ Tak Efektif

Ayu W. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Bali Tetap: SD‑SMA Belajar Tatap Muka, PJJ Tak Efektif

Gambar atau konten salah?

Disdikpora Bali menegaskan bahwa proses belajar mengajar bagi siswa SD hingga SMA tetap berlangsung secara tatap muka, meski ada upaya efisiensi energi di wilayah tersebut. Kebijakan ini diambil setelah dipastikan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak memudahkan siswa dalam memahami materi.

Kepala Disdikpora Bali Ida Bagus Wesnawa menyatakan bahwa metode tatap muka masih menjadi pilihan utama dibandingkan PJJ, sebagaimana yang diterapkan di perguruan tinggi. “Masih kita pakai luring, tetap ke sekolah,” ungkap Wesnawa saat ditemui pada 10 April 2026.

Wesnawa menilai bahwa pengalaman selama pandemi COVID‑19 menunjukkan PJJ tidak berjalan optimal, terutama bagi siswa SD dan SMP. “Kalau dibuat begitu, kasihan juga. Agak susah, terutama dalam memahami materi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kesulitan memahami materi saat PJJ masih terasa hingga kini. Hal itu tercermin dari hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menunjukkan pemahaman siswa belum merata. “Kalau kita lihat dari kemampuan TKA, kondisi di lapangan tidak seperti yang diharapkan. Tidak bisa digeneralisasi semua siswa siap,” kata Wesnawa.

Wesnawa menegaskan bahwa Disdikpora Bali mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mengatur pembelajaran siswa tetap dilakukan secara tatap muka. “Kami setuju sekali dengan edaran pusat, siswa tetap belajar secara luring,” tandasnya.

Dengan demikian, kebijakan ini menegaskan kembali pentingnya interaksi langsung di ruang kelas untuk memastikan pemahaman materi yang lebih baik bagi siswa di Bali.

Disdikpora Balitatap mukaPJJCOVID‑19Tes Kemampuan Akademik (TKA)Kemendikdasmeninteraksi langsung

Komentar

Memuat komentar...