Bandung 3.144 Guru Honorer Terbayar, Gaji HPM Cair di Bandung
Gambar atau konten salah?
3.144 tenaga pendidik di Kota Bandung akhirnya merasakan kelegaan setelah menunggu sejak Januari 2026. Gaji mereka, yang disebut HPM (honor penguatan mutu), kini sudah cair dan dirapel ke rekening masing‑masing.
Wali Kota Bandung, Farhan Muhammad, mengumumkan berita ini di Balai Kota pada Kamis, 30 April 2026. Ia menyatakan, "Alhamdulillah, untuk HPM (honor penguatan mutu), istilah kita namanya HPM, ini sudah dicairkan. Hari ini kita kejar supaya semua sudah masuk ke rekening masing-masing," sambil menegaskan bahwa pembayaran sudah diproses.
Di saat itu, Farhan juga meminta maaf kepada para guru honorer. Ia menjelaskan bahwa pembayaran tidak dapat dilakukan sebelum Peraturan Wali Kota (Perwal) selesai disahkan. "Iyah, dirapel 4 bulan. Hampura, nyak karena menang kita harus mengeluarkan perwal itu. Jadi lumayan panjang prosesnya," ujarnya.
Farhan menegaskan komitmen Pemkot Bandung untuk melindungi hak guru honorer. Ia menambahkan, "Jadi kepwal-nya harus mendapat persetujuan dari Gubernur dulu, kemudian juga mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat. Nah, dari kemarin saya sudah tanda tangan hari ini Insyaallah cair," Ia juga menekankan bahwa revisi akhir tahun masih bergantung pada kondisi fiskal kota. "Tapi memang setiap akhir tahun kita harus merevisi (kepwal) lag, itu kan tergantung dari kemampuan fiskal kita berapa. Karena kita memang berjuang sebisa mungkin kemampuan fiskal kita agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja, baik dengan yang honorer maupun dengan yang PPPK," ia katakan.
Kelegaan ini disambut dengan antusiasme tinggi. Defrianto, Ketua Forum Guru Honorer Kota Bandung, mengungkapkan betapa emosionalnya reaksi rekan-rekannya. Ia berkata, "Alhamdulillah honor temen-temen sekarang sudah pada turun. Sangat senang melihatnya. Tentunya melihat kawan-kawan dengan gembira menyambut cairnya HPM (honor penguatan mutu) tersebut sangat berarti buat kawan-kawan," dan menambahkan, "Ada yang nangis tadi kan di grup, ada yang aduh kayak tersentuh banget sebenarnya. Ini tuh memang haknya mereka, tetapi mungkin karena ini udah terlalu lama turunnya, dan Alhamdulillahnya harapan mereka itu terkabulkan per tanggal 30 hari ini,".
Setelah pembayaran diterima, sebagian guru akan mengembalikan dana talang yang pernah dipinjam dari kepala sekolah. Defrianto menjelaskan bahwa sebagian besar dana akan digunakan untuk melunasi utang tersebut, sementara sisanya akan ditabung atau dipakai untuk kebutuhan sehari‑hari.
Defrianto menutup pernyataannya dengan harapan agar tidak ada lagi keterlambatan pembayaran gaji guru honorer di masa depan. "Ya semoga HPM kedepannya tidak terhambat lagi, semoga lancar setiap bulannya," ujarnya.
Keputusan ini menandai langkah penting bagi pemeliharaan hak dan kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini menunggu. Dengan pembayaran yang akhirnya cair, guru honorer di Bandung dapat melanjutkan tugasnya tanpa khawatir tentang ketidakpastian finansial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
