Bandung Zoo: 11 Lembaga Konservasi Tertarik Kelola Fasilitas
Gambar atau konten salah?
Proses kerja sama pengelolaan Kebun Binatang Bandung, yang juga dikenal sebagai Bandung Zoo, sudah dimulai. Pada tahap awal, 11 lembaga konservasi menunjukkan minat menjadi calon pengelola fasilitas wisata edukasi satwa di kota ini.
Agenda yang memicu minat tersebut adalah market sounding yang digelar pada 13 April 2026 di Hotel Aryaduta, Bandung. Acara ini mengundang berbagai lembaga konservasi untuk berdiskusi tentang kemungkinan mengelola Bandung Zoo. Sebanyak 11 lembaga hadir secara langsung, sementara lembaga lain berpartisipasi melalui Zoom.
Menurut dokumen yang diperoleh, pada hari Kamis 7 Mei 2026 terdapat 16 orang yang mengisi absensi. Mereka mewakili lembaga yang sudah berpengalaman dalam mengelola kebun binatang. Daftar lembaga tersebut meliputi:
- Taman Satwa Taru Jurug Solo Safari
- Taman Satwa Cikembulan Garut
- Taman Satwa Semarang
- Taman Safari Indonesia
- Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta
- Kebun Binatang Surabaya
- Museum Zoologi Yayasan Mardi Wiyata
- Jember Mini Zoo
- PT Cagar Alam Cikao
- PT Bunga Wangsa Sedjati (Jatim Park)
- … (lembaga lainnya)
Namun, proses ini belum berjalan sesuai harapan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa meskipun 85 lembaga konservasi telah diundang, jumlah yang benar-benar berminat masih jauh dari target. Pada 30 April 2026, Farhan menyatakan, “Ya, 85, tapi belum semuanya kembali ke kita. Yang ngasih sinyal sih saya lihat baru sekitar 4 ya.”
Farhan menambahkan bahwa syarat yang ditetapkan untuk calon pengelola sangat ketat. “Kalau proses seleksi, sekarang kita masih terima pendaftaran. Karena syaratnya kan ketat pisan, dan tidak semua lembaga konservasi menyanggupi itu. Makanya, ini yang sedang kita hadapi. Tapi, saya gini, pada dasarnya berbagai macam opsi sedang kita siapkan, dan semuanya sedang dilakukan langkah-langkah antisipasinya,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, pihak pemerintah kota menilai perlu meninjau kembali kriteria dan strategi pemasaran untuk menarik lebih banyak lembaga. Sementara itu, para calon pengelola diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan persyaratan yang telah ditetapkan, agar proses seleksi dapat berjalan lebih lancar.
Secara keseluruhan, meski masih banyak tantangan, langkah awal pengelolaan Bandung Zoo menunjukkan adanya minat yang cukup signifikan dari komunitas konservasi. Ke depan, koordinasi antara pemerintah kota dan lembaga-lembaga ini akan menjadi kunci untuk mewujudkan kebun binatang yang berfungsi sebagai tempat edukasi dan pelestarian satwa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
