Banjir Cipalabuhan Merendam Pasar Palabuhanratu Puskesmas

Mira T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Banjir Cipalabuhan Merendam Pasar Palabuhanratu Puskesmas

Gambar atau konten salah?

Hujan deras di Kabupaten Sukabumi menimbulkan banjir di beberapa titik di Palabuhanratu. Sungai Cipalabuhan tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap dan merendam fasilitas umum serta permukiman warga.

Informasi yang dikumpulkan menunjukkan debit air sangat besar dan berwarna cokelat pekat. Di kawasan Jembatan Cipalabuhan, arus air yang beringas hampir menutupi jalan, membuat warga panik. Titik ini sering menjadi tempat banjir setiap kali sungai meluap.

Banjir tidak hanya menutupi permukiman, melainkan juga menyapu sejumlah ruas jalan utama. Pasar Palabuhanratu, perempatan terminal, dan beberapa jalan utama lainnya terendam. Puskesmas Palabuhanratu juga dilaporkan terkena banjir. Warga di sekitar puskesmas sudah terbiasa, menjadi rutinitas tiap hujan deras.

Salah seorang warga, Khoer, mengungkapkan bahwa air sungai mulai meluber dan menutup akses jalan di pusat keramaian. Ia mengatakan, “Lihat di pasar itu meluap, yang sebelah sana yang mau ke Babakan Gumelar. Yang jalan ke Bakso Sabar, pas tikungan perempatan terminal.”

Menurut Khoer, luapan air diperparah penyumbatan di area jembatan. Ada fondasi penyangga jembatan di tengah aliran yang berada di pertigaan. Ia juga menyebut bahwa Sungai Cipalabuhan belum mendapatkan pengerukan sejak tahun lalu.

Situasi serupa terjadi di wilayah Kecamatan Simpenan, tepatnya di Kampung Ciporekat. Luapan air dari perbukitan tidak hanya membawa air, tetapi banjir lumpur pekat. Air cokelat kental bercampur tanah, batu, dan ranting pohon mengalir deras menuruni jalan desa yang curam. Lumpur ini langsung menerjang area permukiman di bawahnya.

Hingga saat ini, belum ada data pasti mengenai jumlah rumah yang terendam akibat peristiwa ini. Namun, dampak banjir sudah terasa di banyak tempat, termasuk di pasar, terminal, dan fasilitas kesehatan.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sungai di wilayah Sukabumi belum optimal. Pengerukan rutin dan penanganan penyumbatan menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah banjir di masa depan. 24 Mei 2026 menjadi contoh nyata bagaimana cuaca ekstrem dapat menimbulkan kerusakan serius jika infrastruktur belum siap.

banjir SukabumiSungai CipalabuhanPalabuhanratuluapan air cokelatpengerukan sungaiinfrastruktur jembatanpermukiman warga

Komentar

Memuat komentar...