Banjir dan Longsor Rusak 32 Keluarga di OKU Selatan

Ayu W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Banjir dan Longsor Rusak 32 Keluarga di OKU Selatan

Gambar atau konten salah?

Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan. 32 kepala keluarga dan 7 rumah rusak berat. 1 warga luka ringan. Penanganan medis sudah dilakukan.

Kejadian terjadi di Dusun 6 dan Dusun 8 Manduriang, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), OKU Selatan, pada malam 28 Maret 2026. Hujan deras sejak sore, sekitar 18.30 WIB suara gemuruh datang dari belakang permukiman, menunjukkan longsoran tanah dengan pepohonan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menyatakan bahwa anggota yang mendapat kabar langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, BPBD, dan instansi lain dalam penanganan darurat. "Kita minta Kapolres OKU Selatan bersama pihak pemkab turut meninjau langsung lokasi kejadian sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak," katanya kepada wartawan pada 29 Maret 2026.

Nandang menambahkan bahwa aparat dan warga melakukan gotong royong membersihkan material longsor dan mempercepat evakuasi. "Sebagai langkah lanjutan, posko terpadu dan dapur umum telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan. Pembersihan area terdampak juga dilakukan secara bertahan," ungkapnya.

Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dan penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi kembali pulih. "Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih tinggi, jika melihat tanda-tanda potensi bencana," ujarnya.

Dengan curah hujan yang masih tinggi, pihak berwenang tetap memantau kondisi. Warga di daerah tersebut diberi peringatan untuk tetap waspada dan siap bertindak cepat bila ada tanda-tanda bahaya. Penanganan darurat masih berlangsung, dan bantuan terus disalurkan ke korban.

Banjir bandangTanah longsorKabupaten OKU SelatanHujan derasBPBDGotong royongPosko terpaduPeringatan bencana

Komentar

Memuat komentar...