Banjir di Joyontakan, Solo: Air Tinggi Perut, Evakuasi Perahu
Gambar atau konten salah?
Kelurahan Joyontakan RW 02, Kecamatan Serengan, Kota Solo masih terendam banjir. Air setinggi perut orang dewasa, dan pada siang hari mencapai ketinggian sekitar 30 sentimeter. Beberapa rumah yang sudah ditinggikan masih terkena air, namun hanya sampai ketinggian kaki.
Anak‑anak di wilayah tersebut memanfaatkan air untuk bermain, sementara warga lain mencari tempat yang lebih tinggi. Sejumlah lansia terpaksa mengungsi di Masjid An‑Nikmah karena rumah mereka masih terendam.
Pada 15 April 2026, korban banjir dievakuasi menggunakan perahu. Salah satu pengungsi, Tumini berusia 70 tahun, menceritakan pengalaman menyeberang perahu. Ia berkata, “Banjir di tempat saya seperut. Tadi malam jam 22.00 sudah mulai naik airnya, tapi belum masuk rumah, lalu pagi tadi baru masuk rumah. Tadi saya dinaikkan perahu.”
Warga lain, Ririn, juga melaporkan kondisi air. Ia mengatakan, “Semalam sempat tinggi, selutut, tapi sempat surut. Jam 07.00 pagi tadi naik. Air masuk rumah saya, cuma semata kaki.”
Banjir terakhir kali terjadi pada tahun 2023 dan disebabkan oleh luapan anak sungai Bengawan Solo. Kondisi ini menambah beban bagi penduduk yang sudah terbiasa menghadapi banjir tahunan.
Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau situasi bersama Forkompinda Kota Solo. Saat ini, Forkompinda sedang menggelar rapat kebencanaan di Masjid An‑Nikmah untuk mempersiapkan langkah mitigasi lebih lanjut.
Situasi banjir di Joyontakan menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara pemerintah kota dan masyarakat. Kejadian ini menyoroti kebutuhan akan sistem peringatan dini dan infrastruktur yang lebih tahan terhadap banjir, agar warga dapat mengurangi dampak dan melanjutkan aktivitas sehari‑hari dengan lebih aman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
