Banjir Palembang: Drainase Menyempit, Sampah di Saluran

Wahyu T. · 2 min baca · 27 hari lalu · 43 dibaca
Bisik.id
Banjir Palembang: Drainase Menyempit, Sampah di Saluran

Gambar atau konten salah?

banjir di Palembang sering menjadi sorotan, namun menurut Akhdam Bastari, Asisten III Pemkot, penyebabnya tidak semata-mata hujan. Ia menegaskan bahwa hujan hanyalah pemicu, sedangkan masalah utama terletak pada drainase yang menyempit, lahan yang beralih fungsi, dan kebiasaan masyarakat membuang sampah di saluran air.

“ Saya tidak ingin menyebutkan bahwa banjir disebabkan oleh hujan. Daya dukung alam kita sudah tidak mampu lagi menerima air dari hujan. Drainase kita sudah beralih fungsi, drainase kita sudah menyempit, lahan kita sudah beralih fungsi,” ujarnya, Kamis 07 Mei 2026.

“ Ditambah lagi, ada tangan-tangan kita juga yang membuang sampah di tempat penampungan air, di atas drainase,” sambungnya. Bastari menegaskan bahwa infrastruktur pengendali banjir tidak akan efektif tanpa perawatan yang konsisten.

“Saya sudah sampaikan ke teman-teman PU, jangan lagi kita membangun kalau kita tidak bisa merawatnya. Kita jangan membangun pompa kalau kita tidak bisa merawatnya,” tegasnya. Ia menyoroti bahwa pembangunan tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pemerintah; perawatan saluran air memerlukan keterlibatan masyarakat.

“Sarana di suatu jalan dibangun oleh pemerintah, operasi maintenance-nya oleh pemerintah, tapi ini tidak bisa hanya pemerintah. Mulai dari kita yang di depan rumah itu, pembersihan di depan rumah, harus kita rawat bersama-sama,” ujarnya. Bastari menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kebersihan saluran.

Ia juga mengemukakan beberapa pendekatan yang perlu segera dilaksanakan. Mulai dari pembangunan infrastruktur penampung air, pembenahan tata ruang, hingga peningkatan kekompakan dan responsivitas antara pemerintah dan masyarakat. “Kalau kita selalu tidak kompak, tidak responsif, maka hasilnya tidak akan maksimal seperti manapun program yang dibuat,” katanya.

Dalam penutupnya, Bastari menolak sikap saling menyalahkan. Ia mengajak semua pihak untuk bergerak lebih cepat dan lebih kompak. “Kita jangan mencari siapa yang salah, tapi kita mencari siapa yang siap. Siap bekerja, dan siap berkolaborasi. Kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja. Kita harus lebih cepat dan kita harus lebih kompak,” tuturnya.

Perubahan struktur drainase, pengelolaan sampah, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi frekuensi banjir di Palembang. Tanpa kerja sama antara pemerintah dan warga, upaya pembangunan infrastruktur akan tetap terbatas.

Banjir PalembangDrainaseSampahPartisipasi MasyarakatKolaborasi PemerintahInfrastruktur Penampung AirTata Ruang

Komentar

Memuat komentar...