Banjir Rob: Warga Sidoarjo Jual Jasa Cabut Duri Bandeng
Gambar atau konten salah?
Sidoarjo – Banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kecamatan Sedati membawa dampak tak terduga bagi warga setempat. Salah satu warga yang merasakan manfaatnya adalah Marsiati (59), penduduk Dusun Gisik Kidul, Desa Gisik Cemandi, yang membuka jasa cabut duri ikan bandeng di kolam pemancingan di sekitarnya.
Ketika banjir rob melanda, aktivitas warga memang terganggu. Namun, kejadian ini bertepatan dengan masa libur nasional sehingga banyak penghobi memancing dari berbagai daerah datang ke kolam pemancingan di Desa Gisik Cemandi. Setelah memancing, para pengunjung tidak langsung pulang membawa hasil tangkapannya. Banyak di antara mereka memilih menunggu genangan rob surut sambil memanfaatkan jasa cabut duri bandeng yang disediakan warga sekitar.
"Kalau hari libur seperti sekarang, banyak pemancing yang datang dari luar Sidoarjo. Hasil pancingannya langsung dibawa ke sini untuk dicabut durinya," kata Marsiati pada Minggu (15 Juni 2026). Menurutnya, meski banjir rob membuat sejumlah aktivitas warga terhambat, kondisi tersebut tidak mengurangi jumlah pemancing yang datang ke kawasan Gisik Cemandi. "Biasanya kalau libur nasional memang ramai. Meskipun sedang rob, tetap banyak yang memancing. Justru ini menjadi berkah bagi kami yang membuka jasa cabut duri," ujarnya.
Marsiati mengaku dalam kondisi ramai dirinya mampu menyelesaikan pencabutan duri hingga 100 sampai 200 ekor bandeng dalam sehari. "Kalau sedang ramai bisa 100 sampai 200 ekor bandeng yang saya kerjakan. Tergantung jumlah pemancing yang datang," ungkapnya.
Untuk jasanya tersebut, Marsiati mematok tarif Rp 3 ribu per ekor bandeng. Dengan jumlah pelanggan yang banyak saat libur panjang, pendapatan yang diperoleh cukup membantu kebutuhan keluarga. "Satu ekor bandeng tarifnya Rp 3 ribu. Kalau bisa menyelesaikan sekitar 150 ekor, pendapatan yang saya terima sekitar Rp 450 ribu sehari," jelasnya.
Menurut Marsiati, jasa cabut duri bandeng menjadi pilihan para pemancing karena ikan bandeng dikenal memiliki banyak duri halus yang cukup sulit dibersihkan sendiri. "Kalau sudah dicabut durinya, ikan lebih mudah diolah dan dimakan. Jadi banyak pemancing yang memilih langsung dibersihkan sebelum dibawa pulang," tandasnya.
Di tengah banjir rob yang masih merendam sejumlah wilayah pesisir Sedati, keberadaan jasa cabut duri bandeng menjadi salah satu aktivitas ekonomi warga yang tetap berjalan. Bahkan bagi Marsiati dan beberapa warga lainnya, kondisi tersebut justru menghadirkan rezeki tambahan dari ramainya kunjungan para penghobi memancing.
Situasi ini menunjukkan bagaimana warga dapat memanfaatkan kondisi darurat untuk mencari penghasilan tambahan, sekaligus menjaga kelangsungan usaha kecil di tengah tantangan lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Surabaya Siapkan 2.081 Personel Keamanan HUT 99 Persebaya
Jawa Timur Tanda Tangani LoI Vokasi dengan HGI Shanghai
Kepala Desa Ungkap Peran Sukarela Warga di Pos Ronda
Kepala Desa Jombang Terpesona IKN, Mengunjungi Kota Masa Depan
Rumor Wanita Jaga Pos Ronda di Watuagung Dibatalkan
Persebaya Surabaya Resmi Raih Sananta dari DPMM FC
Berita Terbaru
Bapemperda DPRD Bandung Bahas Raperda Bantuan Hukum Miskin
Surabaya Siapkan 2.081 Personel Keamanan HUT 99 Persebaya
Jawa Timur Tanda Tangani LoI Vokasi dengan HGI Shanghai
Pengawasan Kesehatan Siap Dukung Piala Dunia 2026 di 3 Negara
Messi Cetak Tiga Gol, Pasca Rekor Klose di Piala Dunia 2026
Mendikdasmen Ajukan Tambahan Anggaran 40,75 Triliun 2027
Beruang Madu Terdeteksi di Perkebunan Wonosobo, Lampung
Iran Dapat Dana 300 Miliar USD, Setengah Sudah Terpakai
Penjarahan Hasil Panen Kebun Cot Girek Turunkan Produksi
Prabowo Hindari KTT Rusia-ASEAN, Fokus Urusan Dalam Negeri
