Banjir Sungai Ciranca Tenggelam Puskesmas Palabuhanratu
Gambar atau konten salah?
24 May 2026 di Sukabumi, hujan deras mengguyur wilayah, membuat Sungai Ciranca meluap dan menenggelamkan Puskesmas Palabuhanratu.
Air lumpur berwarna cokelat pekat merangsek masuk ke dalam ruangan. Bagian ruang tunggu pasien, yang biasanya berisi kursi besi, berubah menjadi kolam air bah. Kursi-kursi terendam genangan air setinggi beberapa inci, membuat fasilitas medis menjadi tidak dapat digunakan.
Di ruang gigi, genangan air keruh menutupi seluruh lantai. Sebuah kantong kuning limbah infeksius (biohazard) tergeletak di lantai, sementara peralatan medis seperti jarum suntik (spet) tersebar dan mengambang terbawa arus air. "Ruang gigi mah banyak spet tercecer, sieun (takut)" — suara dalam video yang diduga pegawai puskesmas.
Petugas berusaha menyelamatkan aset penting. Perangkat elektronik, termasuk beberapa unit monitor komputer dan peralatan jaringan, dievakuasi secara darurat. Mereka ditumpuk di anak tangga gedung agar tidak terendam lumpur.
"Pegawai ada yang piket. Pasien juga ada. Alhamdulillah pas jam 16.00 WIB-nya sudah pulang pasiennya," ujar Ade Kartini, kepala Puskesmas Palabuhanratu. Saat air mulai naik, semua pasien sudah selesai mendapatkan penanganan dan diperbolehkan pulang.
Kepanikan sempat terjadi saat para pegawai yang sedang piket bergerak cepat menyelamatkan alat-alat penting. Mereka menumpuk peralatan di tempat yang aman, meminimalkan kerusakan akibat banjir lumpur.
Warga sekitar juga merasakan dampak luapan Sungai Ciranca. Iis, ketua RT 04 Palabuhanratu, menceritakan bahwa air naik dengan sangat cepat pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. "Sekitar jam 17.00 WIB ya, itu banjir di rumah saya. Semua warga pokoknya kerendam, dari depan sampai belakang ya," ungkapnya.
Ia menyebut ketinggian air yang merendam rumah-rumah warga mencapai sepinggang orang dewasa. Menurutnya, jembatan lama yang melintang di atas Sungai Ciranca di dekat puskesmas menjadi dalang utama banjir bandang ini. Konstruksi jembatan yang rendah dinilai menyumbat aliran air, terutama saat membawa material sampah, sehingga air berbalik dan meluap ke daratan.
Warga mendesak pemerintah untuk segera membongkar jembatan tersebut. "Kalau misalkan jembatan lama di atas dibongkar, terus disamain yang di dekat tempat yang kosong teh, udah diperbaiki pasti enggak bakalan air sampai meluap begini parahnya, A. Ini mah dari jembatan aja depannya, harusnya dibongkar, dibetulin, ditinggiin jembatannya, baru aman kayaknya," tegas Iis.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengelolaan infrastruktur dan kesiapsiagaan di daerah rawan banjir. Banjir berulang kali menenggelamkan fasilitas kesehatan menunjukkan bahwa daerah Sukabumi masih rentan terhadap hujan deras dan luapan sungai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
