Bawang Putih Target Swasembada 100.000 Hektare 4 Tht
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pertanian (Kementan) menempatkan bawang putih dalam agenda swasembada pangan nasional, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Langkah ini didorong oleh arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menegaskan bahwa lebih dari 90% pasokan bawang putih Indonesia masih berasal dari luar negeri.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan hal tersebut dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 17 Juni 2026. Ia berkata, “Sekitar lebih dari 90% bawang putih kita adalah impor. Nah, keinginan dari Presiden adalah bagaimana barang yang namanya bawang putih ini, barang pokok penting ini kemudian bisa swasembada,” ia sampaikan.
Sudaryono menambahkan bahwa rencana swasembada bawang putih dapat terwujud dalam 3-4 tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa meski ada tantangan, dua hal utama yang harus diatasi adalah ketersediaan lahan dan ketersediaan bibit yang sesuai dengan iklim dalam negeri. “Kita butuh at least 3-4 tahun untuk bisa mencapai swasembada ini. Tantangan paling utamanya adalah ketersediaan lahan, dan juga khususnya lagi adalah ketersediaan bibit,” ujar Sudaryono.
Dalam hal lahan, Sudaryono menganggap tantangan swasembada bawang putih lebih ringan dibandingkan upaya swasembada beras sebelumnya. Ia menyoroti bahwa lahan yang dibutuhkan hanya sekitar 100.000 hektare, jauh lebih sedikit dibandingkan kebutuhan beras. Namun, bawang putih memerlukan spesifikasi lahan di dataran tinggi. “Kita sudah ada tiga, di Sembalun di Nusa Tenggara Barat, kemudian di Temanggung, dan juga di Humbang Hasundutan. Nah itu tantangannya, jadi nyari tempatnya yang kurang lebih mirip-mirip seperti itu, tempatnya yang tinggi,” jelas Sudaryono.
Selain tiga wilayah tersebut, pemerintah akan terus mencari dan menjajaki lahan pertanian baru untuk mencapai target 100.000 hektare. Salah satu strategi adalah memanfaatkan lahan bekas komoditas lain yang tidak terpakai. Sudaryono menambahkan, “Salah satunya kita sedang bicara dengan Kang Deddy Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, bagaimana di daerah Bandung sana, itu kebun teh ada sebagian yang sudah nggak beroperasi, itu kemudian bisa kita convert menjadi lahan untuk bawang putih,” tutur Sudaryono.
Masalah bibit menjadi kendala signifikan. Saat ini Indonesia tidak memiliki bibit bawang putih yang cukup karena terlalu lama mengandalkan impor. Sudaryono menjelaskan bahwa tidak mungkin negara lain dapat menyediakan bibit untuk menanam 100 ribu hektare seperti target pemerintah. Ia menyatakan, “Kan selama ini negara kita ini impor, yang kita makan itu impor. Maka untuk bisa tanam butuh bibit. Bibit tuh misalnya kita impor dari mana lah, dari negara lain, misalnya mengimpor bibit dari China kan kita tidak mungkin impor bibit untuk 100 ribu hektare, Nggak mungkin tuh,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal ini, petani harus melakukan penangkaran bibit terlebih dahulu agar dapat tumbuh di iklim Indonesia. Sudaryono menekankan pentingnya penangkaran tersebut, yang akan dilakukan di bawah pengawasan Ditjen Hortikultura. Ia menambahkan, “Pastikan dikirim bibitnya sedikit, nah sedikit itu harus ditangkar. Ditangkar oleh petani kita, di bawah binaannya Ditjen Hortikultura. Kemudian kenapa harus ditangkar, selain jumlahnya nggak cukup, juga harus ditangkar, disesuaikan dengan iklim kita,” sambung Sudaryono.
Dalam tahap awal pelaksanaan agenda swasembada, pemerintah akan fokus pada penanganan kendala tersebut. Sudaryono berharap, seiring pelaksanaan program, kuota impor bawang putih nasional dapat dikurangi secara bertahap sesuai peningkatan produksi dalam negeri. Ia menegaskan, “Sembari berjalan ini nanti kuota impornya InsyaAllah akan terus kita, sambil kita kurangi dengan mendorong produktivitas dalam negeri kita,” tegasnya.
Dengan strategi ini, Kementan berharap dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Fokus pada pengembangan lahan dataran tinggi, konversi lahan bekas, dan penangkaran bibit domestik diharapkan dapat menurunkan ketergantungan impor. Langkah ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri, sekaligus menyesuaikan kuota impor secara bertahap.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Riduan: Bank Mandiri Siap Sesuaikan Bunga Kredit Pasar
Menteri Keuangan: Himbara Jaga Kredit Meski BI Rate Naik
Airlangga: Harga minyak dunia turun tidak otomatis BBM
RUPSLB PLN: belum ada tanggal, ketidakpastian tetap
BGN 2026 Anggaran Dipangkas Rp 39,62 Triliun, Masih Bisa Turun
DPR, BEI, OJK Bicarakan Koordinasi Tata Kelola Bursa
Berita Terbaru
Bupati Muba Tegaskan Waspada Karhutla Musim Kemarau 2026
MoU AS-Iran: Selat Hormuz Buka, Blokade Laut Cabut
Amawa Bumi: 24 Pemohon Sewa 16 Lahan di Mojokerto, 18 Kecamatan
Kucing Seumur 38 Tahun Setara 168 Tahun Manusia Di Dunia
Riduan: Bank Mandiri Siap Sesuaikan Bunga Kredit Pasar
Harry Kane Dua Gol, Inggris Menang 4-2 atas Kroasia Di Dallas
Bendahara NasDem Pujikan Seskab Teddy, 'Jangkar Pemerintah'
Kejarlah Sekda Medan: Seleksi Cepat Fokus Keuangan & PAD
