BBM Dabo Singkep Lebaran: SPBU Tutup, Harga di Pengecer Naik

Surya B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
BBM Dabo Singkep Lebaran: SPBU Tutup, Harga di Pengecer Naik

Gambar atau konten salah?

Di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, warga melaporkan kekurangan BBM setelah Lebaran. SPBU di daerah tersebut tidak beroperasi selama beberapa hari, sementara harga BBM di pengecer melonjak.

“SPBU tak buka dari sebelum Lebaran. Di pengecer juga langka, ada yang tutup. Kalaupun ada, biasanya dijual Rp 18 ribu sekarang dijual Rp 20 ribu per botol,” kata Asrul, Jumat (4 April 2026). Ia menegaskan bahwa situasi ini sudah terjadi sebelum Lebaran dan terulang setiap tahun setelah hari raya.

Asrul mengaku heran karena, meski SPBU tidak beroperasi, BBM masih banyak ditemukan di tingkat pengecer. Ia menilai kondisi ini merugikan masyarakat karena harga yang jauh lebih mahal. “Kami juga heran, SPBU satu-satunya sering tutup, tapi minyak di pengecer banyak. Kemarin banyak antri di pengecer,” ujarnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa stok BBM untuk wilayah Kabupaten Lingga aman dan tidak ada pengurangan alokasi. Ia menjelaskan bahwa kondisi di lapangan merupakan bagian dari dinamika operasional distribusi, khususnya terkait penyesuaian jadwal pengiriman ke wilayah tersebut.

“Penyesuaian waktu kedatangan pasokan menyebabkan penyaluran berlangsung secara bertahap, sehingga memengaruhi ketersediaan BBM di beberapa SPBU,” kata Fahrougi. Saat ini, pasokan BBM tengah dalam proses pengiriman dari Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban dan diperkirakan tiba pada 4 April 2026.

Suplai BBM yang dikirim terdiri dari Biosolar sekitar 200 kiloliter dan Pertalite sekitar 120 kiloliter, yang akan segera didistribusikan ke SPBU setempat setelah tiba, jelasnya. Fahrougi menambahkan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus melakukan koordinasi dan optimalisasi distribusi bersama pihak terkait guna memastikan kelancaran penyaluran energi di wilayah tersebut.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, agar distribusi tetap merata, ujarnya. Ia mengajak warga tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

Situasi ini menyoroti tantangan logistik di daerah terpencil. Meskipun pasokan sedang dalam proses, ketidakteraturan jadwal pengiriman dapat menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat. Keterbatasan SPBU yang sering tutup menambah tekanan pada pasar pengecer, yang akhirnya memaksa harga naik. Koordinasi antara pihak distribusi dan masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini.

BBMSPBUKepulauan RiauHarga BBMDistribusi logistikIntegrated Terminal Tanjung UbanPertamina Patra Niaga

Komentar

Memuat komentar...