Bekasi: Gilang Bagi Cerita Istri TB Tulang, Semangat Terjaga

Sinta R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Bekasi: Gilang Bagi Cerita Istri TB Tulang, Semangat Terjaga

Gambar atau konten salah?

Gilang Cahya Nugraha (27) dari Bekasi, Jawa Barat, memposting kisah istri Chahya Rhelany Slamet (22) yang sedang menjalani perawatan tuberkulosis tulang di media sosial. Postingan tersebut bertujuan mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan memberi semangat bagi Chahya.

Gilang menjelaskan bahwa ia membagikan cerita ini agar istri tetap semangat. Banyak netizen yang mengirim ucapan doa dan harapan agar Chahya cepat sembuh. “Untuk penyemangat istri saya, di luar sana banyak yang support untuk kesembuhan agar saya bisa kembali bekerja secara normal untuk menghidupi istri dan anak saya yang baru 18 bulan,” ungkapnya.

Diagnosa pertama muncul pada tahun 2025. Semua dimulai saat Lebaran, ketika Chahya mulai merasakan kelemahan di kaki dan nyeri di tulang belakang. Gilang sempat mengira itu hanya sakit biasa dan membawa Chahya ke terapi alternatif. Namun, beberapa hari kemudian kondisi tidak membaik. Rasa nyeri di punggung semakin parah sampai kaki tidak mampu menahan berat badan.

Enam hari setelah Lebaran, Chahya terjatuh dan tidak bisa berdiri di kantor. Teman-teman membantunya pulang. Pada jam 1 dinihari, Gilang membawanya ke IGD. Dokter menyarankan rawat inap. “Pemeriksaan IGD sudah dilalui, ‘pak pasien harus rawat inap ya’ ucap dokter di tengah rasa khawatir, sedih, panik, letih semua campur aduk,” cerita Gilang.

Selama beberapa hari di rumah sakit, Chahya mengalami pembengkakan perut, sesak napas, dan tidak dapat menggerakkan kaki. Gilang menjelaskan komplikasi yang dialami: “Pertanyaan selama ini terjawab, TB tulang, merusak saraf buang air besar dan kecilnya, serta merusak saraf kakinya, urine yang tidak bisa keluar mengakibatkan gagal ginjal, paru-parunya juga terkena dampak,” tambahnya. Akibatnya, Chahya harus menjalani cuci darah.

Menurut Gilang, kondisi Chahya kini menunjukkan perbaikan. Ia sudah tidak lagi menjalani cuci darah dan kateter buang air kecil telah dilepas. “Kondisi sekarang alhamdulillah membaik, banyak progres positif dan banyak keajaiban yang datang contohnya sudah tidak cuci darah dan sudah lepas kateter untuk buang air kecil,” ujar Gilang.

Perawatan yang sedang dijalani meliputi orthopedi, paru-paru, dan fisioterapi. Gilang berharap Chahya dapat kembali bekerja dan merawat anak 18 bulan mereka.

Kesembuhan Chahya menjadi contoh pentingnya deteksi dini dan perawatan tepat bagi penyakit menular. Keluarga dan masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap gejala TB tulang, agar tidak menunda diagnosis dan memperpanjang penderitaan.

ChahyaTuberkulosis tulangGagal ginjalCuci darahDeteksi dini TBOrthopediFisioterapi

Komentar

Memuat komentar...