Berhati-hati: 5 Makanan Ultra Proses yang Perlu Dihindari
Gambar atau konten salah?
Eric Berg, seorang chiropractor asal AS yang sering berbagi edukasi kesehatan di media sosial, menyoroti beberapa makanan ultra proses yang sering dikonsumsi setiap hari. Menurutnya, makanan-makanan ini tampak aman namun dapat mengganggu metabolisme tubuh bila dikonsumsi rutin.
Dikutip dari Fox News (09 Februari 2026), berikut lima makanan yang perlu diwaspadai:
-
Saus Tomat – Saus tomat mengandung kalori tinggi. Banyak produk saus tomat mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Berg menambahkan bahwa sirup jagung, bahan umum dalam saus, juga meningkatkan asupan kalori berlebih. Ia menyarankan memilih versi rendah gula atau tanpa gula. Alternatifnya, gunakan bahan alami yang lebih sehat dan minim proses.
-
Yogurt Rasa – Yogurt sering dianggap sehat karena probiotik. Namun varian rasa biasanya mengandung gula dan bahan tambahan. Beberapa produk memakai pemanis buatan dan stabilizer, yang dapat mengurangi manfaat kesehatan. Pilihan terbaik adalah yogurt plain tanpa tambahan. Tambahkan buah segar atau madu alami untuk rasa yang lebih sehat.
-
Biskuit Soda – Camilan ini terlihat ringan, tapi sering terbuat dari tepung olahan dan gula tambahan. Kandungan seratnya rendah, sehingga mudah memicu lonjakan gula darah, terutama bila dikonsumsi berlebihan. Sebagai gantinya, pilih camilan berbasis kacang atau biji. Selain lebih sehat, juga memberi rasa kenyang lebih lama.
-
Cokelat Batangan – Cokelat batangan menjadi camilan favorit banyak orang, namun isinya tinggi gula, lemak, dan bahan tambahan. Menurut Berg, produk ini minim nutrisi. Kombinasi bahannya bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi metabolisme dan berisiko pada kesehatan jantung jika tidak dibatasi.
-
Cone Es Krim – Cone es krim terbuat dari tepung olahan, gula, dan minyak tidak sehat. Nilai gizinya sangat rendah. Jika dipadukan dengan es krim kemasan, efeknya berlipat. Asupan gula dan lemak jadi makin tinggi tanpa disadari.
Dengan mengetahui risiko makanan ultra proses ini, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih sehat. Mengurangi konsumsi dapat membantu menjaga metabolisme dan kesehatan jantung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Tendon Achilles Menjadi Penanda Kolesterol Tinggi Kesehatan
Anak 7 Tahun di India Berhasil Hindari Dialisis Dari CAKUT
Kasus Katup Jantung Naik di Indonesia, Deteksi Awal Penting
Tantangan Menemukan Angka Tersembunyi dalam Foto 7 Soal
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
Berita Terbaru
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Wuling Eksion: SUV Plug‑In Hybrid dengan Empat Mode Energi
Indonesia vs Timor Leste: Duel AFF U-19 2026 Live Streaming
Fadia/Tiwi Raih Kemenangan di Perempatfinal Indonesia Open
Debat Tutup Program Studi: Wisnu vs Menteri Yuliarto
