Besi Guardrail Jembatan Besole Hilang, Pencurian Diduga
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Jogja-Solo yang menghubungkan Kecamatan Ceper dan Delanggu, Klaten, sejumlah Besi tiang penyangga dan penopang pagar pengaman jalan raya (guardrail) hilang. Pencurian diduga menjadi penyebab utama hilangnya komponen tersebut.
Inspeksi di tiga titik utama menunjukkan kerusakan yang cukup serius. Di Jembatan Besole, di Kecamatan Ceper, sekitar delapan tiang besi, besi penopang, dan baut-bautnya hilang. Satu tiang dan penopang sudah dilepas, namun bautnya sudah raib. Sisa tiang tersisa hanya pagar galvanis yang teronggok di tanah, meski di bawahnya terdapat sungai seluas sekitar 20 meter.
“Kita menindaklanjuti mengecek karena ada informasi masyarakat besi patok pagar pengaman jembatan Besole hilang. Diduga dicuri,” ungkap SPKT Polsek Ceper Aiptu Tri Mulyono di lokasi, Selasa, 17 Juni 2026 siang.
Tri Mulyono menegaskan bahwa kecil kemungkinan patok-patok itu hilang dengan sendirinya. “kecil kemungkinan patok-patok itu hilang dengan sendirinya. Sebab selain dibuat juga ditanam di dalam tanah.”
“Besi dari galvanis, dibaut dan ditanam padahal. Ini ada sekitar tujuh titik yang tidak ada atau hilang,” lanjut Tri.
Di ruas Dukuh Klithak, Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, sekitar 10 besi penopang juga hilang bersama bautnya, meski tiang dan lembaran pagarnya masih utuh. Sedangkan di Desa Karang, selatan terminal Karang, beberapa besi guardrail sudah dicopot, bahkan satu besi guardrail sepanjang sekitar dua meter hilang.
Warga Ceper, Wito, mengatakan rusaknya pagar jembatan itu sudah beberapa waktu lalu. “Ya disayangkan kalau benar dicuri. Ini kan pengaman jika ada kecelakaan agar tidak masuk ke sungai, sungainya kan dalam,” imbuhnya.
Penilik jalan PPK 3.4 Jateng, Fajar Suryanto, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi itu. “Kita sudah buat laporan. Nanti yang bisa dibenahi segera kita dibenahi, yang jelas sudah kita tindaklanjuti,” kata Fajar.
“Jika masyarakat melihat ada aktivitas mencurigakan bisa melapor.” “Apabila masyarakat melihat ada aktivitas mencurigakan bisa melapor.” “Masyarakat diharapkan ikut menjaga dan merawat demi untuk keselamatan bersama,” tambah Tri.
“Kita harapkan masyarakat ikut mengawasi, jika ada indikasi pencurian segera laporkan. Pagar ini untuk keamanan bersama, keselamatan pengguna jalan,” ungkap Fajar.
Kasus hilangnya guardrail ini menyoroti pentingnya pengawasan rutin di wilayah pejalan kaki. Dengan melibatkan aparat dan masyarakat, diharapkan potensi pencurian dapat diminimalkan dan keselamatan pengguna jalan terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polisi Rekayasa Lalu Lintas Mejobo Selama Pengecoran 14 Hari
Kebaya Viral di Puro Mangkunegaran: Kontroversi Izin Kirab
Banjir Rob Tunggulsari, 50 Rumah Terendam, Butuh Logistik
27 SPPG Makan Bergizi Boyolali Dihentikan Karena Dana Terkunci
36 Ribu Petugas BPS ke Jawa Tengah, Lakukan Sensus 2026
Didit Prabowo Kunjungi Jokowi di Solo, Tetap Rahasia
Berita Terbaru
Ceko vs Afrika Selatan: Duel Sengit Menghadang 32 Besar
Telkom Ungkap Laporan ESG 2025: Fokus pada Digital
Bupati Muba Tegaskan Waspada Karhutla Musim Kemarau 2026
MoU AS-Iran: Selat Hormuz Buka, Blokade Laut Cabut
Amawa Bumi: 24 Pemohon Sewa 16 Lahan di Mojokerto, 18 Kecamatan
Kucing Seumur 38 Tahun Setara 168 Tahun Manusia Di Dunia
Riduan: Bank Mandiri Siap Sesuaikan Bunga Kredit Pasar
