BGN Hentikan Bundling, MBG Distribusi Hanya Saat Sekolah
Gambar atau konten salah?
Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja mengubah cara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sistem bundling yang dulu dipakai saat ada libur sekolah di tengah pekan dihentikan. Bundling ini berarti makanan dibagikan lebih awal, sehingga siswa dapat membawa pulang paket untuk hari libur.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan: “Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi,”
Perubahan ini didorong oleh kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. BGN menyesuaikan hari aktif belajar siswa sehingga distribusi MBG hanya dilakukan ketika siswa berada di sekolah dan menjalani kegiatan belajar mengajar. “Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” ujarnya.
Dengan kebijakan ini, BGN berharap distribusi MBG menjadi lebih efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di lapangan. “Dengan kebijakan ini, diharapkan distribusi MBG bisa lebih efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di lapangan,” tambah Sony Sonjaya.
Anggaran BGN mencapai Rp 268 triliun dalam APBN 2026. Pagu tersebut difokuskan untuk mendukung operasional program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Pada laporan BGN hingga 24 Mei 2026, tercatat program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Meski ada penyesuaian anggaran, pemerintah memastikan program MBG tetap berjalan optimal.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, mengatakan, “Efisiensi anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan program agar semakin tepat guna dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.”
“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tuturnya.
Dengan penyesuaian ini, BGN berharap distribusi MBG menjadi lebih tepat sasaran dan efisien, meski tetap menjaga komitmen terhadap penerima manfaat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait