BGN Hilangkan Bundling MBG, Distribusi Hanya 5 Hari

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
BGN Hilangkan Bundling MBG, Distribusi Hanya 5 Hari

Gambar atau konten salah?

Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengubah cara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi anggaran pemerintah dengan menyesuaikan pola penyampaian makanan kepada siswa.

Salah satu perubahan terbesar adalah penghentian sistem bundling makanan pada hari libur sekolah. Sebelumnya, bila ada hari libur di tengah pekan, siswa masih menerima paket bawaan yang dapat dibawa pulang. Kini, skema tersebut resmi dihapus. Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi, kata Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Mei 2026.

Selain itu, BGN mengubah frekuensi distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari per minggu. Penyesuaian ini mengikuti hari aktif belajar siswa di sekolah. Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari, ujar Sony.

Konsep distribusi ke depan difokuskan hanya saat peserta didik berada di sekolah dan menjalani kegiatan belajar mengajar. Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG, jelasnya.

Sony menegaskan kebijakan ini tidak berdampak pada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima siswa. Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien, ujarnya.

BGN menilai langkah tersebut juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola operasional Program MBG secara nasional, termasuk untuk mengurangi potensi pemborosan makanan saat hari libur sekolah. BGN memastikan kebijakan operasional baru tetap mengedepankan keberlanjutan layanan gizi dan optimalisasi manfaat program bagi masyarakat, tambahnya.

Dengan menghilangkan bundling dan menyesuaikan jadwal distribusi, BGN berharap kualitas makanan tetap terjaga ketika diterima siswa. Siswa tidak perlu membawa paket pulang dan menyimpannya lebih lama, sehingga nutrisi dapat dikonsumsi lebih segar. Langkah ini menegaskan komitmen BGN untuk memaksimalkan penggunaan anggaran sambil menjaga layanan gizi yang berkelanjutan bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

BGNMBGbundlingdistribusiefisiensi anggaranpemborosan makanankualitas makanan

Komentar

Memuat komentar...