Blair Temui Danantara, Bahas Transformasi BUMN
Gambar atau konten salah?
Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris, baru saja bertemu dengan jajaran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jakarta. Pertemuan ini juga dihadiri oleh tim dari Tony Blair Institute for Global Change (TBI).
Pembicaraan utama dalam pertemuan itu adalah soal kerja sama internasional. Fokusnya pada transformasi BUMN, peningkatan investasi, dan pembangunan nasional. Tiga petinggi Danantara hadir langsung: CEO Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir.
Kedua pihak membahas peluang kerja sama strategis. Semua ini untuk mendukung agenda transformasi perusahaan pelat merah. Caranya lewat penguatan tata kelola, pengembangan sektor-sektor strategis, dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.
Pembahasan juga mencakup potensi kolaborasi di beberapa bidang. Mulai dari pengembangan kawasan ekonomi, percepatan hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, hingga penguatan kapasitas kelembagaan. Semua ini memanfaatkan pengalaman dan jejaring global yang dimiliki Tony Blair Institute.
Menurut Dony Oskaria, kolaborasi dengan mitra global adalah bagian penting. Tujuannya memperkuat transformasi BUMN. Sinergi ini, kata dia, bisa menghadirkan praktik terbaik, memperluas akses terhadap investasi berkualitas, dan mempercepat implementasi program strategis nasional.
"Kita ingin transformasi BUMN berjalan lebih cepat. Karena itu, penting buat kita membuka ruang kolaborasi dengan mitra global seperti Tony Blair Institute. Banyak pengalaman dan praktik yang bisa kita adaptasi supaya hasilnya lebih optimal dan benar-benar memberi nilai tambah buat Indonesia," ujar Dony dalam keterangan resminya, Selasa 07 Juli 2026.
Dony menegaskan BP BUMN bersama Danantara terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis internasional. Ini bagian dari upaya membangun BUMN yang semakin profesional, berdaya saing global, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Pertemuan ini menunjukkan bagaimana Danantara aktif menjalin hubungan dengan tokoh dan lembaga internasional. Tony Blair Institute sendiri dikenal memiliki jaringan luas di berbagai negara. Langkah ini bisa mempercepat adopsi praktik bisnis global di tubuh BUMN Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi per 1 September 2026
Prabowo: 3-4 Tahun Lagi RI Bisa Hasilkan Bensin dari Tanaman
OJK Sita Aset Henry Surya Rp114 Miliar
Prabowo Tantang yang Ragu: Silakan Cari Negara Lain
Prabowo Kecam Tamu Asing yang Merampok
83.000 Badan Hukum Koperasi Desa Merah Putih Rampung
Berita Terbaru
Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi per 1 September 2026
Marc Marquez Pole di MotoGP Jerman, Bezzecchi Cedera
Warga Malang Mulai Borong Alat Tulis Jauh Sebelum Sekolah
Ledakan Toko Bangunan di Purwakarta, Satu Tewas
Prabowo: 3-4 Tahun Lagi RI Bisa Hasilkan Bensin dari Tanaman
PS Bhayangkara Polda Babel Juara Umum Silat IPSI Cup
Sensus Ekonomi Aceh Capai 50 Persen, Tertinggi Nasional
Bos Robbak Bon Utang Karyawan, Restoran Malah Makin Laris
