BMKG: Musim Kemarau 2026 Lebih Awal, Mulai di Nusantara
Gambar atau konten salah?
Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki dua musim utama: hujan dan kemarau. Setelah hujan turun, masyarakat mulai menyiapkan diri menghadapi musim kemarau yang biasanya berarti suhu tinggi dan curah hujan berkurang. Namun, banyak orang masih belum tahu kapan tepatnya musim kemarau 2026 akan dimulai di wilayah mereka. Informasi awal sangat penting bagi petani, pelaku perjalanan, dan siapa saja yang harus mempersiapkan diri menghadapi potensi kekeringan.
Menurut buku Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan datang lebih awal dibandingkan biasanya. Sebagian besar wilayah di Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, Mei, dan Juni, dimulai dari Nusa Tenggara kemudian meluas ke wilayah lainnya.
Awal Musim Kemarau 2026 Seluruh Indonesia
Musim kemarau tidak datang serentak di seluruh nusantara. Berikut prediksi wilayah yang akan memasuki musim kemarau mulai dari bulan April hingga Agustus 2026.
Daerah yang Masuk Musim Kemarau Mulai April 2026
- Pesisir utara Jawa bagian barat
- Pesisir utara dan selatan Jawa Tengah
- Sebagian Jawa Timur
- Sebagian Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Sebagian kecil Sulawesi Selatan
Daerah yang Masuk Musim Kemarau Mulai Mei 2026
- Aceh bagian utara
- Sebagian Sumatera Utara
- Sebagian Riau
- Sebagian kecil Kepulauan Riau
- Sebagian Jambi
- Sebagian Sumatera Selatan
- Lampung
- Sebagian besar Jawa
- Bali bagian tengah
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Barat
- Kalimantan Tengah bagian tenggara
- Kalimantan Selatan bagian barat
- Sulawesi Selatan bagian barat
- Sebagian kecil Gorontalo
- Sebagian Maluku
- Papua bagian timur
- Papua Pegunungan
- Sebagian Papua Selatan
Daerah yang Masuk Musim Kemarau Mulai Juni 2026
- Sebagian besar Aceh
- Sebagian Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Sebagian Jambi
- Sebagian Bengkulu
- Kepulauan Bangka Belitung
- Sebagian Sumatera Selatan
- Sebagian kecil Lampung
- Sebagian kecil Jawa
- Sebagian besar Kalimantan
- Sebagian Sulawesi Utara
- Gorontalo bagian utara
- Sebagian Sulawesi Barat
- Sebagian Sulawesi Tengah
- Sebagian kecil Sulawesi Selatan
- Sebagian Sulawesi Tenggara
- Sebagian Maluku
- Sebagian Papua Barat
- Papua bagian timur
Daerah yang Masuk Musim Kemarau Mulai Juli 2026
- Sebagian Kalimantan Selatan
- Sebagian Kalimantan Timur
- Sebagian besar Sulawesi
- Sebagian Maluku Utara
- Sebagian Maluku
- Sebagian kecil Papua Barat
Daerah yang Masuk Musim Kemarau Mulai Agustus 2026
- Sebagian kecil Kalimantan Timur
- Sulawesi Selatan bagian utara
- Sulawesi Tenggara bagian utara
- Sulawesi Tengah bagian timur
- Sulawesi Utara bagian selatan
- Sebagian Maluku Utara
- Sebagian Maluku
- Papua Pegunungan
Puncak Musim Kemarau 2026
Mayoritas wilayah Indonesia diperkirakan mencapai puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2026. Namun, sejak Juli 2026 sudah ada beberapa wilayah yang merasakan puncak kemarau. Berikut rincian wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada bulan Juli, Agustus, dan September 2026.
Juli 2026
- Sebagian Sumatera
- Sebagian kecil Jawa
- Sebagian kecil Nusa Tenggara
- Kalimantan bagian tengah dan utara
- Sulawesi Barat bagian utara
- Sulawesi Tengah bagian barat
- Sulawesi Utara bagian barat
- Sebagian kecil Maluku
- Papua Barat bagian tengah
- Papua bagian timur
Agustus 2026
- Sumatera bagian tengah dan selatan
- Jawa bagian tengah hingga timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Sebagian Nusa Tenggara Timur
- Sebagian besar Kalimantan
- Sebagian besar Sulawesi
- Sebagian Maluku
- Maluku Utara
- Sebagian Pulau Papua
September 2026
- Sebagian Lampung
- Sebagian kecil Jawa
- Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi bagian utara dan timur
- Sebagian besar Maluku Utara
- Sebagian Maluku
- Sebagian kecil Pulau Papua
Berikut beberapa tips yang disarankan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY untuk menghadapi musim kemarau 2026:
- Menghemat Penggunaan Air – Ketersediaan air seringkali terbatas. Mulailah dengan menggunakan air bekas mencuci untuk menyiram tanaman atau mengurangi penggunaan air yang tidak perlu.
- Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas – Udara panas, kering, dan berdebu dapat menimbulkan kulit kering, mata iritasi, dan gangguan pernapasan. Pastikan tubuh tetap terhidrasi, konsumsi makanan bergizi, dan lakukan olahraga ringan. Siapkan masker atau obat-obatan dasar sebagai langkah pencegahan.
- Hindari Hal yang Bisa Memicu Kebakaran – Risiko kebakaran meningkat di musim kemarau. Hindari membakar sampah sembarangan dan perhatikan penggunaan api. Pastikan api padam setelah digunakan, terutama di lahan kering atau hutan.
- Pertahankan Pohon-Pohon yang Ada di Sekitar – Pohon membantu menyejukkan lingkungan. Jika lingkungan masih minim pepohonan, mulailah menanam pohon sejak sekarang untuk menambah keteduhan dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Prediksi BMKG menandai musim kemarau 2026 sebagai periode yang lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini memaksa masyarakat untuk lebih waspada dalam mengelola sumber daya air, menjaga kesehatan, serta mencegah kebakaran. Menyadari pola masuknya musim kemarau di setiap wilayah dapat membantu petani mengatur jadwal tanam, pelaku transportasi mengatur rute, dan warga umum menyiapkan perlengkapan darurat. Dengan persiapan yang tepat, dampak negatif musim kemarau dapat diminimalkan.
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Kekurangan Sekolah di 5 Kecamatan Semarang: Tanah Belum Tersedia
Berita Terbaru
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
