BMKG Rilis Panduan Mitigasi Kekeringan Bekasi‑Karawang

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
BMKG Rilis Panduan Mitigasi Kekeringan Bekasi‑Karawang

Gambar atau konten salah?

Bandung, 14 April 2026 – Wilayah Bekasi dan Karawang kini melaporkan masuk musim kemarau. Meskipun prediksi menunjukkan musim kering akan datang lebih awal dan berlangsung lama, tidak semua daerah di Jawa Barat mengalami kering secara bersamaan. Sementara beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung masih terendam banjir, beberapa titik di Kota Bandung juga masih basah.

“Memang datang musim kemarau tidak bersamaan di wilayah Jawa Barat, untuk beberapa wilayah di Bekasi dan Karawang Utara sudah masuk dan wilayah lain masih hujan,” kata Forecaster Stasiun Klimatologi Jawa Barat Vivi Indhira Purnaningtyas dalam konferensi pers prediksi muasim kemaau yang digelar BMKG via daring, Selasa (14 April 2026).

Untuk menanggapi kondisi tersebut, BMKG secara resmi merilis panduan strategis mitigasi bencana guna menghadapi musim kemarau. Langkah ini diambil agar dampak kekeringan dapat diminimalkan di berbagai sektor vital kehidupan masyarakat.

Sektor sumber daya air, optimalisasi operasi waduk dan bendungan, percepatan pembangunan/rehabilitasi embung & tampungan air, antisipasi krisis air bersih (droping air, sumur bor darurat), dan hemat air,” ungkap Vivi.

Di sektor pertanian, Vivi menyarankan penyesuaian kalender tanam agar tidak menabrak puncak kemarau. Ia juga menekankan pentingnya menggunakan varietas tanaman yang tahan kekeringan dan berumur pendek, serta mengalihkan komoditas ke palawija di daerah rawan air. Optimalisasi irigasi hemat air juga sangat dianjurkan.

Sektor kebencanaan, kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kejadian kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Sektor energi dan lingkungan, Vivi menekankan pentingnya memastikan kapasitas air bendungan untuk operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), penghematan energi, serta pengendalian kualitas udara akibat potensi asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).”

Sektor kesehatan, antisipasi peningkatan ISPA akibat asap, edukasi hidrasi dan perlindungan panas, serta pengawasan kualitas air dan sanitasi,” jelasnya.

Menanggapi transisi musim ini, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam langkah mitigasi guna menghadapi periode kering yang lebih panjang tahun ini.

Masyarakat agar waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau tahun ini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan akurasi informasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” pungkasnya.

Dengan peringatan ini, BMKG menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tantangan kekeringan. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti rekomendasi dan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat memengaruhi kehidupan sehari‑harinya.

BMKGmusim kemaraumitigasi bencanairigasi hemat airkebakaran hutankesehatankesiapsiagaanvarietas tanaman tahan kekeringan

Komentar

Memuat komentar...