BPOM RI Setujui Nutri-Level: Label Gula, Garam, Lemak
Gambar atau konten salah?
BPOM RI menyetujui revisi rancangan peraturan tentang pencantuman Nutri Level pada produk makanan dan minuman. Perubahan ini akan segera diterapkan untuk memudahkan konsumen memilih pangan yang lebih sehat.
“Dua hari yang lalu kami telah putuskan, kita menggunakan sistem apa yang kita sebut dengan alfabet dan berdasarkan warna,” kata Kepala BPOM RI Taruna Ikrar di Jakarta Pusat, Rabu, 08 April 2026.
Ia menambahkan, “Itu sudah akan diterapkan, tapi prosesnya kami masih butuh persetujuan dari kementerian terkait. Dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Hukum. Setelah harmonis akan dicatatkan di lembaran negara, dan itu akan segera diaplikasikan.”
Aturan Nutri-Level bertujuan mengedukasi masyarakat tentang konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL). Ikrar menegaskan, “Salah satu indikasi peninjunya, ternyata 73 persen penduduk Indonesia ini meninggal karena penyakit non-infeksi dan hampir 11 persen penduduk kita menderita diabetes.”
Nutri Level menampilkan kandungan GGL dalam empat kategori. Setiap kategori diberi huruf A sampai D dan warna yang berbeda:
- A – Hijau tua: kandungan GGL lebih rendah.
- B – Hijau muda: kandungan GGL rendah.
- C – Kuning: perlu dikonsumsi dengan bijak.
- D – Merah: perlu dibatasi sesuai kebutuhan atau kondisi kesehatan.
Dalam fase transisi, BPOM RI baru mewajibkan label Nutri Level pada produk minuman manis. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang minuman tinggi gula.
“Untuk sementara kita harapkan di peraturan itu akan semuanya, tapi tahap awal kita berharap dari produk-produk minuman dulu,” kata Ikrar.
Ia juga mengakui bahwa kriteria kadar gula, garam, dan lemak untuk setiap level belum ditentukan secara rinci karena masih menunggu proses harmonisasi dengan kementerian dan lembaga lain.
Dengan sistem ini, konsumen dapat dengan cepat melihat tingkat GGL pada produk yang mereka beli. Hal ini diharapkan dapat menurunkan risiko penyakit non-infeksi dan meningkatkan kesadaran akan pola makan sehat di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
