Bruno Fernandes Sesali Langkah Portugal Terhenti
Gambar atau konten salah?
Penyesalan mendalam dirasakan Bruno Fernandes setelah langkah Portugal di Piala Dunia 2026 terhenti lebih awal. Gelandang Manchester United itu mengakui timnya memiliki kemampuan untuk menjadi juara dunia, namun kenyataan berkata lain.
Portugal tersingkir di babak 16 besar setelah dikalahkan Spanyol dengan skor tipis 0-1. Pertandingan yang digelar di AT&T Stadium, Arlington, Texas, pada Selasa, 07 Juli 2026 dini hari WIB itu menjadi akhir perjalanan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan di turnamen empat tahunan tersebut.
Sebelum turnamen dimulai, Portugal sebenarnya punya modal yang kuat. Mereka baru saja menjuarai UEFA Nations League pada tahun 2025. Skuad asuhan Roberto Martinez juga dihuni oleh pemain-pemain yang tampil gemilang bersama klub masing-masing musim lalu. Nuno Mendes, Vitinha, dan Joao Neves sukses membawa Paris Saint-Germain mempertahankan gelar Ligue 1 sekaligus menjuarai Liga Champions. Fernandes sendiri tampil impresif bersama Manchester United dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Premier League 2025/26.
Namun, hasil di Piala Dunia 2026 justru lebih buruk dibandingkan edisi sebelumnya. Empat tahun lalu di Qatar, Portugal setidaknya berhasil melaju hingga babak perempatfinal.
"Tidak ada gunanya bicara soal itu sekarang karena kami tersingkir dari Piala Dunia, tapi ini adalah kesempatan yang terlewatkan," ujar Fernandes seperti dilansir ESPN. Ia menambahkan, "Setiap kesempatan adalah peluang yang terlewatkan karena ketika kami sampai di Piala Dunia, semuanya ingin menang. Kami sama saja -- selalu sama di setiap Piala Dunia yang diikuti Portugal -- tapi ini adalah kesempatan yang terlewat."
Fernandes juga menegaskan keyakinannya terhadap kualitas timnya. "Saya tahu Portugal belum pernah juara Piala Dunia dan kami selalu punya ekspektasi sangat tinggi, tapi saya kira saya bisa bilang dengan keyakinan kalau tim ini punya kualitas untuk menjuarai Piala Dunia. Kami punya tim yang hebat. Saya yakin kami punya kualitas untuk melaju lebih jauh," katanya.
Kegagalan ini tentu menjadi pukulan berat bagi Portugal. Dengan skuad yang diisi pemain-pemain berkualitas dan sedang dalam performa terbaik, ekspektasi publik memang sangat tinggi. Namun, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai rencana. Kekalahan dari Spanyol membuktikan bahwa turnamen besar seperti Piala Dunia tidak mengenal status unggulan atau rekor terbaru. Portugal harus kembali mengevaluasi diri dan menatap turnamen-turnamen berikutnya dengan lebih baik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gavi Mimpi Bungkam Messi di Final Piala Dunia 2026
Rogers Tak Kaget Norwegia Singkirkan Brasil
Spanyol vs Belgia: Laga Puncak Perempatfinal Piala Dunia 2026
Spanyol vs Belgia: Ujian Pertahanan Matador di Perempat Final
Inggris Uji Mental Norwegia di Perempatfinal Perdana
Messi Gagal Penalti Lagi, Akurasinya Kalah dari Lima Rekan
Berita Terbaru
402 Rumah Sakit Angker Korea Tayang 9 Juli 2026
Dua Satpol PP Disanksi Usai Pesta Miras dengan Pencuri
Demam dan Batuk Hantui Norwegia Jelang Lawan Inggris
Gavi Mimpi Bungkam Messi di Final Piala Dunia 2026
Strava Rilis Fitur Baru, Cari Lomba dan Latihan Jadi Satu
Pemerintah Buka Tambahan Kuota Nikel untuk Smelter
Cat Mobil Mengelupas di Kerinci, Polisi Selidiki
Indonesia Dorong Seni Ukir Kayu ke UNESCO
Rogers Tak Kaget Norwegia Singkirkan Brasil
Kebakaran Hotel RPH, 10 Kamar Hangus
